Tekan Kerugian Pascapanen Ikan Lewat Innovation Challenge

Senin, 15 Oktober 2018 - 23:08 WIB
Tekan Kerugian Pascapanen...
Tekan Kerugian Pascapanen Ikan Lewat Innovation Challenge
A A A
JAKARTA - Tiap tahun kerugian pascapanen ikan segar yang dialami Indonesia mencapai 25% (data Dalberg, 2017). Kalau kehilangan makanan ini diubah menjadi nutrisi yang hilang, setiap tahunnya masyarakat Indonesia kehilangan hingga 16.500-27.500 metrik ton protein ikan.

Hal ini menjadi perhatian utama I-PLAN (Indonesia-Postharvest Loss Alliance for Nutrition), sebuah program khusus yang dirancang untuk mengurangi hilangnya nutrisi di sepanjang rantai pasokan pangan, besutan organisasi non-profit GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition). Menurut Ravi Menon, Country Manager GAIN untuk Indonesia, kerugian pasca-panen ikan segar ini disebabkan oleh banyak faktor.

“Sebagian besar makanan bergizi tersebut terbuang karena rendahnya penerapan pascapanen yang baik. Saat ini, teknologi yang tepat untuk menyimpan, memasarkan, dan mendistribusikan ikan masih dirasa kurang di Indonesia. Akibatnya, kualitas ikan untuk konsumsi masyarakat lokal pun terbilang masih sangat rendah,” papar Ravi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/10/3018).

Padahal, menurut Ravi, ikan adalah bagian penting dari sumber makanan pokok, tidak hanya untuk protein hewani. Tetapi juga sebagai sumber mikronutrien, mineral dan asam lemak esensial. “Hitungannya, 100 gr ikan tongkol, misalnya, mengandung 56% asupan protein yang direkomendasikan untuk orang dewasa, dan 100% untuk anak usia 4-9 tahun,” tutur Ravi.

Guna mengatasi permasalahan pascapanen pasokan ikan segar di Indonesia tersebut, program I-PLAN yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan disokong Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan program kompetisi tingkat nasional bertajuk “Innovation Challenge”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Innovation Factory dan NTUitive.

Kompetisi Innovation Challeng ini diusung untuk mencari 10 finalis yang memiliki ide teknologi atau inovasi baru yang dapat diadopsi oleh pelaku rantai pasokan ikan segar lokal. Tentunya demi mengurangi Post-Harvest Loss (PHL) atau kerugian pascapangan, yang umumnya menimpa beberapa titik kritis seperti tempat pendaratan ikan, transportasi dan distribusi, pengecer di pasar dan penjual pinggir jalan, sistem penyimpanan kecil, dan bahan alternatif pengganti es.

“Kami mencari solusi dan inovasi yang dapat mencakup titik kritis lokasi pendaratan ikan hingga sampai ke tangan konsumen. Ini untuk memastikan bahwa ikan segar yang dijual berkualitas baik, aman, dan bergizi untuk konsumsi lokal," paparnya seraya mengatakan, tidak hanya untuk daerah perkotaan, tapi juga untuk masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan atau terpencil, terutama di daerah pegunungan atau perbukitan.

"Di daerah-daerah yang sulit dijangkau tersebut, biasanya ikan segar laut sangat jarang tersedia, atau dijual dengan harga yang relatif tinggi,” tambah Ravi.

Tinnike Lie, Regional Community Development untuk Innovation Factory, mengatakan, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mengikuti Innovation Challenge.

“Kami menyasar pihak-pihak yang memangku kepentingan cold chain, mulai dari industri, pemasok, asosiasi, hingga distributor atau sektor swasta yang ingin berkontribusi dalam menanggulangi masalah kerugian pangan yang signifikan ini. Kompetisi ini juga terbuka untuk mahasiswa, UMKM, researchers, dan siapa saja yang memiliki ide untuk mengurangi permasalahan pasca-panen ikan segar untuk pasar domestik," sebut Tinneke.

Pendaftaran kompetisi akan resmi dibuka pada 11 Oktober 2018 dengan batas pengajuan aplikasi terakhir pada tanggal 16 November 2018. Lomba menyediakan hadiah total sebesar Rp350 juta untuk 5-10 pemenang. Para pemenang juga berkesempatan untuk mendapatkan grant dengan nilai total Rp1 miliar untuk melakukan uji coba prototype di Surabaya dan Probolinggo.

Selanjutnya, kompetisi ini juga akan mengikutsertakan peserta terpilih ke dalam program Lean Launchpad Programme, sebuah program 8 minggu yang berfokus pada uji coba pasar dan komersialisasi. Acara ini merupakan dukungan bagi pemenang untuk dapat mengimplementasikan ide dan produk mereka langsung ke masyarakat. Calon peserta dapat langsung mendaftarkan ide mereka ke http://iplanchallenge.com/ dengan menyertakan profile perusahaan atau rencana bisnis (business plan).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
18 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
31 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
44 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
55 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved