Kemendag Dorong Petani Beralih ke Organik untuk Peluang Pasar Ekspor

Rabu, 17 Oktober 2018 - 22:37 WIB
Kemendag Dorong Petani...
Kemendag Dorong Petani Beralih ke Organik untuk Peluang Pasar Ekspor
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengajak petani dan pelaku usaha beralih untuk memproduksi produk organik. Ajakan ini dimulai di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, lewat forum diskusi dengan tema 'Pengembangan Ekspor Produk Organik Indonesia', pada Kamis (11/10) lalu.

Forum tersebut digelar Kemendag untuk menyebarluaskan informasi usaha produk organik, memfasilitasi dialog cara membuka peluang dalam bisnis organik dan menunjukan besarnya potensi pasar ekspor untuk produk organik.

"Peluang pasar produk organik Indonesia sangat besar. Permintaan produk organik dunia semakin meningkat seiring kesadaran masyarakat dunia terhadap isu kesehatan," kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Marolop Nainggolan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Karena tujuan akhirnya adalah mempersiapkan produk organik Indonesia agar siap ekspor, forum ini menyarankan para pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan standar ekspor saat beralih ke organik.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam forum tersebut adalah meningkatkan pemahaman dalam bertani secara organik sehingga produk pertanian memiliki nilai tambah yang menarik pasar produk organik.

Kabupaten Karo memiliki potensi pertanian yang sangat besar, sekitar 75% penduduk menggantungkan hidup dari bertani. Melihat potensi ini, Kabupaten Karo dapat dijadikan sentra pertanian organik di Sumatra Utara.

"Pertambahan luas lahan pertanian di Kabupaten Karo ini semakin meningkat tiap tahunnya," jelasnya.

Hingga Desember 2017, sekitar 7.000 hektare lahan untuk pertanian. Sumber daya alam yang dimiliki pun tidak kalah hebatnya dan ini merupakan keunggulan komparatif yang dimiliki Kabupaten Karo. Di masa depan, bisa kembangkan pertanian organik.

Terkait bertani secara organik, pada dasarnya hal ini telah diterapkan oleh beberapa petani di Kabupaten Karo. Namun metode ini belum populer.

Saat ini kendala dan tantangan untuk mengembangkan pertanian organik adalah masih terbatasnya akses informasi dan teknonogi bagi petani, akses pasar, ketiadaan HS Code untuk produk organik, pengenaan tarif yang menurunkan daya saing di pasar global dan tingginya biaya sertifikasi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Laris Manis, Ekspor...
Laris Manis, Ekspor Rempah Jadi Andalan RI
Genjot Ekspor, Makanan...
Genjot Ekspor, Makanan Olahan dan Hasil Pertanian Jadi Primadona
Ekspor Produk Pertanian...
Ekspor Produk Pertanian Tak Goyah Dihantam Pandemi, Airlangga: Luar Biasa
Petani dan Penyuluh...
Petani dan Penyuluh Kostratani Jember Diajari Cara Mengendalikan Hama
Ekspor Pertanian di...
Ekspor Pertanian di Masa Pandemi Meningkat 16,9%
Berita Terkini
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
20 menit yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
31 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
35 menit yang lalu
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
42 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved