Pengamat: Bangun PLTN Berisiko dan Butuh Biaya Tinggi

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:43 WIB
Pengamat: Bangun PLTN...
Pengamat: Bangun PLTN Berisiko dan Butuh Biaya Tinggi
A A A
JAKARTA - Wacana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di dalam negeri dinilai perlu dikaji ulang. Selain butuh biaya tinggi, posisi Indonesia yang berada di cincin api pasifik (Pacific ring of fire) juga menimbulkan risiko tersendiri.

Dari sisi ekonomi, pengamat dan praktisi energi Herman Darnel Ibrahim mengatakan bahwa biaya investasi untuk membangun PLTN sangat mahal. Tingginya biaya pembangunan PLTN tersebut menurutnya bisa membebani ekonomi Indonesia.

"Menurut penelitian saya, membangun PLTN itu mahal dan biaya operasinya juga mahal, karena itu wacana membangun PLTN itu harus dipikirkan ulang," ujarnya dalam diskusi "Pro-Kontra Penggunaan Energi Nuklir di Indonesia" di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Herman mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan listrik, Indonesia masih bisa mengandalkan batu bara dan gas alam yang lebih ekonomis dibandingkan energi nuklir. Sumber daya batu bara maupun gas yang dimiliki Indonesia pun terbilang tinggi.

"Indonesia memiki sumber daya alam yang banyak sekali seperti batu bara, gas alam, yang harga lebih murah dibandingkan harus menggunakan nuklir," tandasnya.

Herman pun menyinggung risiko bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan pada PLTN. Gempa dan tsunami di Palu dan Donggala baru-baru ini menurutnya harus menjadi pertimbangan sebelum merealisasikan pembangunan PLTN.

"Indonesia terletak di ring of fire yang mana banyak bencana alam yang terjadi, itu cukup membahayakan PLTN. Bila terjadi kebocoran radiasi nuklir, itu bisa sangat berdampak pada masyarakat umum," cetusnya.

Di luar itu, Herman menyinggung kemungkinan penolakan dari negara-negara tetangga terdekat seperti Singapura, Malaysia dan Australia.

"Intinya banyak hal yang harus dipertinbangkan dan yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Itu kenapa PLTN adalah pilihan terakhir," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Badan Nuklir UEA Izinkan...
Badan Nuklir UEA Izinkan Operasional Unit Kedua PLTN Barakah
Segudang Asa Pengembangan...
Segudang Asa Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia
Menilik Potensi Tenaga...
Menilik Potensi Tenaga Nuklir RI, PLTN Bisa Beroperasi hingga 80 Tahun
Terungkap! Ini Potensi...
Terungkap! Ini Potensi Bahan Baku Nuklir yang Dimiliki Indonesia
Inilah Upaya Cepat Xcel...
Inilah Upaya Cepat Xcel Energy Mengatasi Kebocoran Nuklir Monticello
Pakar Nuklir: Tritium...
Pakar Nuklir: Tritium di Air Limbah Fukushima Sangat Berbahaya, Picu Kerusakan Genetik
Berita Terkini
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
18 menit yang lalu
Tak Perlu Ajukan Permohonan,...
Tak Perlu Ajukan Permohonan, Denda PKB dan BBNKB Dihapus Otomatis hingga 31 Agustus
40 menit yang lalu
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
1 jam yang lalu
Pasokan Minyak Dunia...
Pasokan Minyak Dunia Lenyap 1,5 Juta Barel per Hari, Pasar Energi Bakal Terguncang?
2 jam yang lalu
Pegadaian Salurkan Lebih...
Pegadaian Salurkan Lebih dari 900 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Seluruh Nusantara
12 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved