Uni Eropa Balas Tarif Trump: Produk AS Terancam Kena Pajak 25%

Kamis, 13 Maret 2025 - 10:33 WIB
loading...
Uni Eropa Balas Tarif...
Uni Eropa segera merespons Amerika Serikat yang kembali menerapkan tarif 25% pada sejumlah produk impor dari mitra dagang utama. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) segera merespons langkah Presiden AS, Donald Trump, yang kembali menerapkan tarif 25% pada sejumlah produk impor dari mitra dagang utama Amerika. Kebijakan ini mulai berlaku pada 13 Maret 2025 memicu reaksi cepat dari Eropa yang mengancam akan membalas dengan tarif terhadap produk-produk asal AS.

"Tarif adalah pajak. Tarif itu buruk untuk bisnis, dan lebih buruk lagi untuk konsumen," ujar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dilansir dari BBC, Kamis (13/3/2025).

Baca Juga: Trump Ancam Rusia: Hentikan Perang atau Digempur Tarif Berskala Besar

Sebagai balasan, Uni Eropa akan mulai mengenakan tarif pada produk AS mulai 1 April mencakup barang-barang seperti jeans, sepeda motor, bourbon, hingga selai kacang. Namun, dampaknya tidak berhenti di situ. Pada pertengahan April, tarif tambahan kemungkinan akan diberlakukan pada sejumlah besar produk lainnya, termasuk tekstil, makanan, dan produk pertanian, berdasarkan hasil konsultasi dengan pemangku kepentingan. Daftar barang yang terdampak mencakup daging, susu, anggur, hingga peralatan rumah tangga.

Bagi konsumen Eropa, ini berarti harga barang-barang asal AS akan melonjak di supermarket. Sementara itu, sektor bisnis seperti baja, yang sangat bergantung pada impor, berisiko terpengaruh serius. Bahkan, beberapa produk seperti jus jeruk dan bourbon diperkirakan akan terkena dampak paling besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Rekomendasi
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved