Penuhi Selera Pasar, Kunci Pengusaha Furnitur Dongkrak Ekspor

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 08:04 WIB
Penuhi Selera Pasar,...
Penuhi Selera Pasar, Kunci Pengusaha Furnitur Dongkrak Ekspor
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan, kunci untuk meningkatkan ekspor furnitur adalah dengan mengikuti dan memenuhi selera pasar. Menurutnya ketersediaan bahan baku untuk memproduksi furnitur di Indonesia merupakan kelebihan yang tidak dimiliki oleh negara lain.

“Untuk merebut dan memenangkan pasar global produk furnitur, para pengusaha harus mengikuti dan memenuhi selera pasar. Jika para pengusaha mampu menyesuaikn selera pasar, maka produk- produknya akan banyak diminati para pembeli. Kelebihan bahan baku yang menjadi kekuatan produksi furnitur Indonesia ini harus didukung dengan nilai tambah produk,” ujar Mendag Enggar di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Mendag Enggar juga mengajak para pelaku industri furnitur yang tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajianan Indonesia (ASMINDO) untuk saling bertukar pikiran guna memajukan ekspor, khususnya ke pasar-pasar nontradisional seperti Afrika, Euroasia, Timur Tengah, Asia Selatan termasuk ke tetangga dekat ASEAN. Pemerintah akan memfasilitasi para pelaku usaha dengan membuka pasar baru melalui perjanjian perdagangan dengan negara-negara lain.

“Pemerintah memiliki kewajiban untuk memfasilitasi para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor produk-produk unggulan Indonesia. Sinergi Pemerintah dan para pelaku usaha penting untuk dilakukan agar target ekspor bisa tercapai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mendag menyatakan yakin bahwa pertumbuhan ekspor furnitur akan terus meningkat. Pasalnya, bahwa produk furnitur yang diproduksi secara massal juga dapat menunjang aspek presisi dan efisiensi sehingga memiliki harga yang bersaing di pasaran. "Selain bahan baku kita melimpah, Indonesia memiliki kelebihan dalam aspek ‘rasa’ dan hasil karya perajin Indonesia telah diakui dunia," katanya.

Data pada 2017 mencatat nilai ekspor furnitur kayu, rotan, dan bambu sebesar USD1,36 miliar. Adapun pada 2018 hingga Agustus, ekspor furnitur tercatat sebesar USD1,09 miliar atau meningkat 2,75% dibandingkan periode yang sama di tahun 2017.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Furniture Plastik...
Industri Furniture Plastik Indonesia Berkembang Pesat dengan Inovasi dan Desain Baru
Jualan Kursi hingga...
Jualan Kursi hingga Ekspor, Chitose Cetak Peningkatan Laba di Kuartal III
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Usai Garap Pasar AS,...
Usai Garap Pasar AS, Sohnne Siap Pasarkan Furnitur Indonesia ke Luar Negeri
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Perkuat Industri Furnitur,...
Perkuat Industri Furnitur, IFEX 2025 Menumbuhkan Optimistis
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
49 menit yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
57 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
1 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
2 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
2 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved