Kementerian PUPR Kekurangan Tenaga Ahli Konstruksi

Senin, 29 Oktober 2018 - 12:24 WIB
Kementerian PUPR Kekurangan...
Kementerian PUPR Kekurangan Tenaga Ahli Konstruksi
A A A
SEMARANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku kekurangan tenaga ahli konstruksi di tengah percepatan pembangunan infastruktur. Pasalnya berdasar data BPS, dari 8,1 juta tenaga kerja termasuk tenaga ahli, yang telah memiliki sertifikasi tidak lebih dari 5,9 persen.

“Jadi tidak sampai 6 persen, kita sangat kekurangan dengan tenaga ahli. Di satu sisi kita punya kebijakan percepatan terhdap infrastruktur, di sisi lain kita kekurangan sumber daya manusia (SDM),” ungkap Dirjen Bina Konstruksi KemenPUPR, Syarif Burhannudin di hadapan peserta Bimbingan Teknis Calon Tenaga Ahli Muda Bidang Konstruksi melalui Sibima Konstruksi di Patra Hotel Semarang, Jawa Tengah

Sehingga untuk menutupi kekurangan SDM tersebut, kata dia, tidak hanya melihat dari tenaga-tenaga ahli atau insinyur-insinyur yang sudah tamat/lulus ataupun sarjana teknik (ST). “Tapi kita bisa mulai dari universitas atau perguruan tinggi, bagaimana setelah tamat bukan hanya memiliki ijazah ST, tapi juga memiliki sertifikat sebagai tenaga ahli muda teknik,” ungkapnya.

Dirjen Bina Konstruksi KemenPUPR menyebutkan, ada tiga jabatan kerja yang dilakukan bimbingan teknis (bintek) yang semuanya di dunia kontruksi, yakni desain jalan, manajemen konstruksi bangunan gedung dan K3 Konstruksi. “Ini menandakan bahwa ketiga itu sebenarnya tidak cukup, jika kita detailkan butuh sampai 200 tenaga. Sehingga kebutuhan akan tenaga ahli konstruksi sungguh luar biasa,” terang dia.

Dia menjelaskan, jika melihat kejadian selama pembangunan infrastruktur dari 2017 hingga awa 2018, banyak kejadian kecelakaan konstruksi dan salah satu penyebabnya adalah SDM. “Itulah persoalan yang kita hadapi, bagaimana kita mengisi kekosongan-kekosongan jumlah tenaga kerja yang selama ini sangat dibutuhkan. Jangan sampai dari luar yang masuk ke Indonesia karena kita mempunyai potensi tenaga ahli yang besar. Dan itulah yang harus dikembangkan salah satunya melalui bimbingan teknis ini,” tegas Syarif.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Menteri Basuki Akan...
Menteri Basuki Akan Bangun Infrastruktur Kerakyatan di Batang
Menteri Basuki Terus...
Menteri Basuki Terus Lanjutkan Program Pengendalian Lumpur Sidoarjo
Tangani Lumpur Lapindo,...
Tangani Lumpur Lapindo, PUPR Anggarkan Rp280 Miliar
PUPR Tawarkan Investasi...
PUPR Tawarkan Investasi 6 Proyek Jalan Tol dan Jembatan Senilai Rp80,84 T
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
6 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
6 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
7 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
7 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
7 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
7 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved