Kemendag Percepat Penyelesaian Perundingan RCEP

Selasa, 30 Oktober 2018 - 00:16 WIB
Kemendag Percepat Penyelesaian...
Kemendag Percepat Penyelesaian Perundingan RCEP
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mempercepat penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo, menegaskan harus dapat segera diselesaikan secara substantif agar dapat ditandatangani pada akhir tahun 2019.

Perundingan RCEP kali ini yang berlangsung pada 18-27 Oktober 2018 di Auckland, Selandia Baru, merupakan putaran ke-24 sejak dimulainya perundingan ini pada Mei 2013.

"Perkembangan signfikan pada putaran kali ini adalah terselesaikannya Bab Penyelesaian Sengketa sehingga total ada lima bab yang telah dirampungkan. Selama ini, perundingan RCEP telah diiringi beberapa pertemuan intersesi atau spesial untuk mendorong penyelesaian perundingan secara menyeluruh. Untuk itu, paling tidak, penyelesaian RCEP secara substantif dapat dicapai tahun ini," ujar Iman dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (29/10/2017).

Iman yang bertindak sebagai Ketua Komite Perunding RCEP (Trade Negotiating Committee/TNC) menyampaikan, putaran kali ini sangat berat sehingga para juru runding RCEP perlu menjaga optimismenya.

Selain itu, diperlukan pula fleksibilitas yang tinggi, dukungan politis, komitmen yang kuat, serta inisiatif berpikir kreatif untuk mencari solusi agar dapat mencapai target pada putaran kali ini. Penyelesaian substantif di tahun 2018 ini merupakan tugas dari Menteri Ekonomi RCEP yang diamanatkan pada Agustus 2018.

“Untuk mengejar target tersebut, sangat penting bagi seluruh peserta perundingan untuk mematuhi seluruh prinsip-prinsip perundingan yang telah disepakati, misalnya merespons permintaan negara anggota lain secara positif dengan tetap menghargai sensitivitas negara tersebut dan menunjukkan fleksibilitas dalam mencapai kesepakatan," tegas Iman.

Prinsip lainnya, lanjut Iman, anggota ASEAN harus mendapatkan tawaran yang lebih baik dari negara mitra dibandingkan dengan sesama negara mitra itu sendiri. Prinsip selanjutnya yang harus dijunjung yaitu prinsip saling menguntungkan bagi semua.

"Diharapkan masing-masing perunding negara peserta RCEP harus berkomitmen penuh agar dapat berkontribusi memberikan keputusan pada putaran kali ini. Adapun hal-hal yang telah disepakati sebelumnya jangan kembali dibahas sehingga tidak memunculkan gagasan-gagasan atau elemen-elemen baru yang membuat perundingan berlarut-larut. Ini dilakukan agar hal-hal yang wajib dimasukkan dalam setiap bab konsep Perjanjian RCEP dapat segera diputuskan," jelas Iman.

Nantinya, prinsip perundingan RCEP adalah single undertaking, yang artinya tidak ada yang bisa disetujui secara terpisah, melainkan harus menyeluruh. Hal ini berarti mengharuskan semua pihak bersedia bekerja sama dan menunjukkan fleksibilitasnya dalam menyepakati isu-isu yang relatif lebih mudah untuk disepakati lebih dulu pada putaran kali ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Sertifikasi Bikin Seret...
Sertifikasi Bikin Seret Ekspor, Kemendag Lakukan Lobi-lobi
Indonesia dan Filipina...
Indonesia dan Filipina Perkuat Kerja Sama Perdagangan Digital
11 Perjanjian Dagang...
11 Perjanjian Dagang On Going, 4 di Antaranya Target Rampung 2021
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
Sempat Tertunda 4 Tahun,...
Sempat Tertunda 4 Tahun, RI Mendorong Perundingan IT-CEPA Dilanjutkan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved