Terpusat di Bandung Raya, Jabar Perlu Pemerataan Pariwisata

Selasa, 30 Oktober 2018 - 04:38 WIB
Terpusat di Bandung...
Terpusat di Bandung Raya, Jabar Perlu Pemerataan Pariwisata
A A A
BANDUNG - Sektor pariwisata di Jawa Barat dinilai masih terpusat di Bandung Raya. Padahal kawasan ini dinilai sudah cukup padat. Provinsi Jawa Barat mestinya melakukan pengembangan pariwisata ke semua daerah.

Ketua DPP Asita Asnawi Bahar mengatakan, Jawa Barat mestinya terus melakukan pengembangan sektor pariwisata di daerah lain di luar Bandung raya. Pariwisata di Bandung dinilai sudah cukup banyak dan padat. Sementara daerah lainnya perlu pengembangan.

"Jabar harus terus membangun destinasi baru di luar Bandung. Bandung sudah sangat banyak dan padat. Mestinya, bagaimana wisata merata sehingga ekonomi ke daerah lainnya ikut tumbuh," kata Asnawi di sela-sela acara Asita West Java Travel Mart 2018 di Hotel Novena, Jalan Setiabudi, Bandung, Senin (29/10/2018).

Diakui dia, kunjungan wisatawan domestik ke Jabar rata-rata mencapai 58 juta per tahun. Angka tersebut cukup tinggi dibanding daerah lainnya. Sayangnya, tingginya kunjungan wisawatan domestik masih didominasi kunjungan ke Bandung Raya.

Pemerataan sektor pariwisata di Jabar, kata dia, bisa dilakukan dengan fokus melakukan penataan dan pengembangan potensi yang sudah ada. Dengan tetap memperhatikan faktor promosi. Selain itu, mempermudah aksesibilitas, membangun infrastruktur penunjang.

Kemudahan akses di Jabar juga diharapkan meningkatkan kunjungan turis asing. Karena, walaupun kunjungan wisawatan domestik tinggi, namun jumlah wisatawan mancanegara sangat minim. Jabar hanya masuk provinsi penyumbang 10% kedatangan turis asing.

"Travel mart ini sebenarnya sangat membantu untuk mempromosikan wisata Jawa Barat ke daerah lain. Sebenarnya, kami rutin mengadakan acara seperti ini. Hampir tiap tahun di 24 kota di Indonesia. Kami berharap ini menggairahkan pariwisata nasional," imbuh dia.

Ketua Asita Jabar Budijanto Ardiansjah mengatakan, Jawa Barat perlu promosi agar lebih dikenal luas. Saat ini, promosi wisata Jawa Barat di domestik dan luar negeri sangat minim.

"Kita harus tahu, kita punya kompetitor. Daerah timur mulai berbenah dan melakukan promosi. Seperti Labuan Bajo, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kita juga terkendala minimnya penerbangan langsung dari Bandung," timpal dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pulihkan Ekonomi Warga...
Pulihkan Ekonomi Warga Jawa Barat melalui JaFest 2021
Pariwisata Anjlok, Produk...
Pariwisata Anjlok, Produk Kreatif Jawa Barat Ikut Terpuruk
Asita Prediksi Pariwisata...
Asita Prediksi Pariwisata Jabar Pulih Akhir Tahun 2020
3 Bulan Diterpa Pandemi...
3 Bulan Diterpa Pandemi COVID-19, Begini Kondisi Hotel dan Pariwisata di Jabar Saat Ini
Dukung JaFest, Teten...
Dukung JaFest, Teten Sebut Pariwisata Paling Cepat Pulihkan Ekonomi
Pariwisata Kembali Bangkit,...
Pariwisata Kembali Bangkit, Pengelola Wisata Wajib Terapkan CHSE
Berita Terkini
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
22 menit yang lalu
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
52 menit yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
1 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
2 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
2 jam yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved