BUMN Mencanangkan Bangun Pabrik Amonium Nitrat

Selasa, 30 Oktober 2018 - 10:11 WIB
BUMN Mencanangkan Bangun...
BUMN Mencanangkan Bangun Pabrik Amonium Nitrat
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno secara resmi mencanangkan pembangunan Pabrik Amonium Nitrat (AN) yang merupakan bahan baku utama dalam industri bahan peledak yang akan mendukung kegiatan industri pertambangan terutama batu bara. Acara pencanangan pembangunan Pabrik AN ini dilaksanakan di Bontang, Kalimantan Timur ditandai dengan pembukaan selubung papan nama proyek.

Pabrik AN ini merupakan kerjasama antara PT DAHANA (Persero), BUMN yang bergerak dibidang bahan peledak dan PT Pupuk Kalimantan Timur yang bergerak di industri pupuk di bawah Holding PT Pupuk Indonesia (Persero). Komplek Pabrik ini direncanakan memiliki kapasitas produksi 75.000 ton AN pertahun yang terdiri dari pabrik AN dan Pabrik Asam Nitrat serta sarana pendukungnya.

Menurut Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono, teknologi yang digunakan di pabrik AN ini dipilih berdasarkan kajian teknologi atas licensor-licensor yang telah dilakukan dan direkomendasikan oleh BPPT. Sementara untuk pemilihan perusahaan EPC dilakukan melalui mekanisme tender internasional dan telah ditunjuk konsorsium Wijaya Karya-Sedin sebagai pelaksana pembangunan pabrik AN ini.

Mengenai nilai investasi, Budi Antono mengestimasi nilai proyek pabrik Amonium Nitrat ini senilai kurang lebih Rp1,1 Triliun. Amoniak sebagai satu-satunya bahan baku disamping udara akan disuplai dari PT Pupuk Kalimantan Timur sesuai dengan kebutuhan.

“Proyek ini direncanakan mulai dieksekusi pada Desember 2018 atau awal 2019 setelah seluruh perijinan terkait sesuai ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku dipenuhi dan diharapkan pada 2021 sudah dilaksanakan commisioning,” lanjut Budi Antono dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Terkait pemasaran, Budi Antono menyebutkan bahwa pasar yang dibidik terutama pasar dalam negeri. “Produk AN yang dihasilkan dari pabrik AN ini, akan dimanfaatkan seluruhnya oleh DAHANA untuk substitusi impor pemenuhan pasar DAHANA saat ini sehingga dapat menghemat devisa negara,” jawabnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan pabrik AN akan menjadi katalisator bagi tumbuh dan kembangnya industri turunannya, baik untuk sektor komersial maupun pertahanan. Dengan kehadiran Pabrik Amonium Nitrat, kemandirian industri bahan peledak yang terlepas dari impor menjadi sebuah keniscayaan khususnya industri pertahanan yang berujung pada kemandirian Alutsista Nasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Habiskan Rp4,6 Triliun,...
Habiskan Rp4,6 Triliun, Tambang Batu Bara Bawah Tanah Pertama di Indonesia Beroperasi
Negara-Negara yang Menghasilkan...
Negara-Negara yang Menghasilkan Emas Terbanyak di Dunia
Bisnis Batu Bara Masih...
Bisnis Batu Bara Masih Membara, Harganya Diramal Terus Melambung Tinggi
Menakar Untung Rugi...
Menakar Untung Rugi Lonjakan Harga Batu Bara Bagi Indonesia
Ledakan di Tambang Batu...
Ledakan di Tambang Batu Bara Turki Tewaskan 28 Penambang, Puluhan Terjebak
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved