Bisnis Batu Bara Masih Membara, Harganya Diramal Terus Melambung Tinggi
Rabu, 12 Oktober 2022 - 12:00 WIB
loading...
Harga batu bara diperkirakan masih tetap tinggi untuk beberapa waktu ke depan, ini beberapa penyebabnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tingginya permintaan, membuat harga batu bara diperkirakan masih tetap tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Terlebih saat krisis energi masih terjadi di benua Eropa, ditambah mahalnya minyak dunia serta krisis berkepanjangan antara Rusia-Ukraina membuat potensi lonjakan harga batu bara masih terjadi.
"Saat ini salah satu kelemahan dari EBT seperti solar panel, energi angin adalah intermitten. Hal ini yang membuat kebutuhan akan energi fosil masih cukup tinggi termasuk dari batubara ini," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan saat dihubungi MNC Portal, Rabu (12/9/2022).
Baca Juga: IATA Raih Kontrak Penjualan Batu Bara USD108 Juta, Hary Tanoe: Bukti Keseriusan MNC di Industri Batu Bara
Meskipun saat ini, dunia sedang gencar menuju green energy tapi kebutuhan energi yang stabil masih tinggi. Dia menambahkan, ekonomi global yang masih baru berjalan pasca pandemi membutuhkan energi yang murah dan jumlahnya cukup banyak.
"Meskipun tahun 2023 diprediksi dunia akan resesi, tapi saya melihat kebutuhan akan batubara akan cukup tinggi. Meskipun akan turun, tapi tidak akan drastis turunnya," tambahnya.
Baca Juga: Rogoh Rp24 Triliun, Salim Group Cicipi Legitnya Bisnis Batu Bara
"Saat ini salah satu kelemahan dari EBT seperti solar panel, energi angin adalah intermitten. Hal ini yang membuat kebutuhan akan energi fosil masih cukup tinggi termasuk dari batubara ini," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan saat dihubungi MNC Portal, Rabu (12/9/2022).
Baca Juga: IATA Raih Kontrak Penjualan Batu Bara USD108 Juta, Hary Tanoe: Bukti Keseriusan MNC di Industri Batu Bara
Meskipun saat ini, dunia sedang gencar menuju green energy tapi kebutuhan energi yang stabil masih tinggi. Dia menambahkan, ekonomi global yang masih baru berjalan pasca pandemi membutuhkan energi yang murah dan jumlahnya cukup banyak.
"Meskipun tahun 2023 diprediksi dunia akan resesi, tapi saya melihat kebutuhan akan batubara akan cukup tinggi. Meskipun akan turun, tapi tidak akan drastis turunnya," tambahnya.
Baca Juga: Rogoh Rp24 Triliun, Salim Group Cicipi Legitnya Bisnis Batu Bara
Lihat Juga :