Wall Street Melompat Tinggi di Pengujung Oktober

Rabu, 31 Oktober 2018 - 08:33 WIB
Wall Street Melompat...
Wall Street Melompat Tinggi di Pengujung Oktober
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat. Namun, secara keseluruhan Wall Street tekor besar sepanjang Oktober 2018.

Mengutip dari CNBC, Rabu (31/10/2018), indeks S&P 500 melanjutkan reli dengan naik 1,5% menjadi 2.682,63, karena penguatan saham komunikasi, energi dan material. Saham Charter Communications, DISH Network dan Twitter semuanya naik lebih dari 4%.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 431,72 poin, berakhir menjadi 24.874,64. Saham-saham blue-chip seperti Goldman Sachs, McDonald's dan Boeing semuanya meraih untung.

Nasdaq ditutup naik lebih dari 1,5% ke level 7.161,65, berkat keuntungan saham Intel yang reli 5,2% dan saham Comcast--induk CNBC--naik 4,7%.

Wall Street rebound di akhir pekan bulan Oktober setelah menyerah di pekan-pekan sebelumnya. Pelaku pasar menyebut gejolak ini karena kemungkinan akan terjadi lagi perang tarif antara Amerika Serikat dengan China.

Secara keseluruhan, Dow Jones telah turun 5,9% sepanjang Oktober ini, merupakan kinerja terburuk sejak Agustus 2015. S&P 500 telah rugi 7,9% di Oktober 2018, jalur bulanan terburuk sejak Mei 2010.

"Jelas pasar saat ini dalam fase koreksi dan saya pikir investor menyadari itu. Lingkungan moneter telah berubah. Tingkat suku bunga hampir tidak bergerak. Biasanya pasar menguat karena ruang lingkup global. Tapi pertanyaan sekarang adalah apakah kita akan mengikuti dunia atau apakah mereka akan mengikuti kita? Saya pikir kami telah menemukan jawabannya," ujar Bruce Bittles, kepala strategi investasi di Baird.

Dengan aksi jual yang terjadi belakangan, pasar saham Eropa yaitu Stoxx Europe 600 telah melemah pada Selasa lalu dan secara total turun lebih dari 8% pada tahun ini. Bursa saham China, Shanghai telah jatuh lebih dari 24% sejak Januari 2018. Hanya pasar saham AS alias Wall Street yang unggul sepanjang 2018 kendati Oktober menjadi bulan yang buruk.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
1 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
1 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
2 jam yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
12 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
12 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved