Kekuatan Ekonomi AS Membuat Dolar Semakin Berotot

Kamis, 01 November 2018 - 05:11 WIB
Kekuatan Ekonomi AS...
Kekuatan Ekonomi AS Membuat Dolar Semakin Berotot
A A A
CALIFORNIA - Kekuatan ekonomi Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump telah membawa dolar AS (USD) berlari ke level tertinggi 16 bulan melawan enam mata uang utama pada penutupan pasar spot, Rabu waktu setempat. Greenback pun berada di jalur kecepatan tinggi tujuh bulan beruntun.

Mengutip dari Reuters, Kamis (1/11/2018), indeks USD terhadap enam mata uang pesaing lainnya, naik 0,13% menjadi 97,12, level tertinggi sejak Juni 2017.

"Jika Anda melihat negara-negara G10 serta beberapa pasar negara berkembang, mereka telah terpukul oleh dolar AS selama enam bulan terakhir. Dan pergerakan mereka selama tiga minggu terakhir pun tidak dapat membantu," kata Minh Trang, pedagang senior mata uang asing di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California.

Trang menambahkan, ada dua mata uang utama yang merasakan keperkasaan dolar AS yaitu euro dan poundsterling Inggris. Euro tergelincir 0,28% melawan greenback, sementara USD naik tipis 0,06% terhadap yen Jepang. Kedua mata uang ini telah merosot lebih dari 2% sepanjang Oktober 2018.

Berita ekonomi yang kurang bahagia dari wilayah Uni Eropa telah membebani euro, sementara kekhawatiran terkait Brexit telah menyakiti pound Inggris.

Adapun USD sedang menikmati kebahagiaan berkat laporan ekonomi AS yang kuat. ADP National Employment pada Rabu waktu AS melaporkan pertumbuhan tenaga kerja swasta bertambah 227.000 orang, lebih tinggi dari September sebanyak 189.000 tenaga kerja. Hasil di Oktober ini merupakan pertumbuhan pekerjaan paling tinggi dalam delapan bulan terakhir.

Laporan ini ditengarai akan membuat Federal Reserve menaikkan suku bunga lagi pada Desember. Dan rencana Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga pada tahun depan, kemungkinan sulit mengerek euro lebih tinggi karena adanya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa.

"Lebih dari setahun ini, ekonomi AS sedang membaik. Dan investor melihat kondisi ekonomi Amerika Serikat lebih baik daripada saingan perdagangannya dalam menghadapi perang dagang," ujar Trang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
12 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
12 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved