Banyak Orang Anti, Sri Mulyani Target Penjualan Sukuk Capai Rp1 T

Kamis, 01 November 2018 - 14:28 WIB
Banyak Orang Anti, Sri...
Banyak Orang Anti, Sri Mulyani Target Penjualan Sukuk Capai Rp1 T
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai Rp 1 triliun kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN). Utang syariah atau sukuk yang diterbitkan itu bernomor seri ST-002 dan ditawarkan selama 22 hari yakni mulai 1 hingga 22 November 2018.

"Saya ingin lihat 22 hari ini dengan metode yang sama, moga-moga hasilnya lebih besar dari ritel biasa walau kami hanya targetkan Rp1 triliun. Karena dari sisi ritel itu masyarakat umum ternyata sangat besar, dengan satuan yang lebih kecil sekarang satu juta atau bisa order," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa ada tantangan dalam menjaring investor individu untuk membeli sukuk. Menurutnya masih ada orang yang anti dengan instrumen tersebut. "Setiap kami mau buat kampanye masalah instrumen sukuk ini, orang kemudian menstigmakan dengan utang, yang kemudian seolah-olah itu najis. Padahal sebetulnya kan nggak," jelasnya.

Sebagai informasi, tujuan penerbitan ST-002 secara online adalah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel, memperluas basis investor dalam negeri dengan menyediakan alternatif investasi dan mendukung terwujudnya keuangan inklusif serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2018.

Dengan mengusung tagline "Raih Manfaat Mudah Berinvestasi" dan tagar #JadiLebihBijak, Pemerintah memberikan kesempatan kepada setiap Warga Negara lndonesia untuk dapat berinvestasi pada ST-002 dan sekaligus memiliki kesempatan berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional.

Proses pemesanan pembelian ST-002 secara online dilakukan melalui 4 tahap yaitu (i) registrasi/pendaftaran, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran dan (iv) setelmen/konfimasi. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki intertace dengan sistem e-SBN. Sebelum melakukan pemesanan pembelian, setiap calon investor kiranya telah memahami Memorandum lnformasi ST- 002 yang akan dirilis pada tanggal 1 November 2018.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SBN Syariah Seri ST009...
SBN Syariah Seri ST009 Sudah Bisa Dibeli, Passive Income Sambil Menjaga Bumi
Imbal Hasil Lebih Tinggi...
Imbal Hasil Lebih Tinggi dari Suku Bunga Acuan, Sukuk Ritel SR016 Bisa Jadi Alternatif Investasi
Surat Utang Syariah...
Surat Utang Syariah Negara Dilelang Hari Ini, Target Kantongi Dana Segar Rp8 T
BI Pembeli Siaga, Bisa...
BI Pembeli Siaga, Bisa Beli SBN di Pasar Perdana hingga 2021
Ada 3.447 Proyek Dibiayai...
Ada 3.447 Proyek Dibiayai SBSN: Dari Trans Sumatera hingga Double Track KA
Beli Surat Berharga...
Beli Surat Berharga Negara Kini Bisa lewat Aplikasi, Caranya Gampang
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
27 menit yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
57 menit yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
12 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
12 jam yang lalu
Infografis
Transaksi Rp349 T, Sri...
Transaksi Rp349 T, Sri Mulyani Tegaskan: Tak Ada Perbedaan Data
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved