Surat Utang Syariah Negara Dilelang Hari Ini, Target Kantongi Dana Segar Rp8 T
Selasa, 04 Agustus 2020 - 07:43 WIB
loading...
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari ini untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020 yaitu mencapai Rp8 Triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari ini. Adapun Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020 yaitu mencapai Rp8 Triliun.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, ada lima seri SBSN yang akan dilelang yaitu SPN-S 05022021 (new issuance), PBS-027 (reopening), PBS-026 (reopening), PBS-025 (reopening), dan PBS-028 (reopening). "Jatuh tempo sukuk yang dilelang bervariasi mulai dari 6 bulan hingga tenor terpanjang adalah 26 tahun," kata Luky di Jakarta, Selasa (4/8/2020).
(Baca Juga: Didominasi SBN, Utang Pemerintah Juni 2020 Tembus Rp5.264,07 Triliun )
Dia melanjutkan, surat utang syariah ini dilelang dengan cara diskonto, imbalan 6,5% hingga 7,75%. Semua seri sukuk negara ini akan menggunakan underlying asset berupa proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2020 dan Barang Milik Negara.
"Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price)," katanya.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, ada lima seri SBSN yang akan dilelang yaitu SPN-S 05022021 (new issuance), PBS-027 (reopening), PBS-026 (reopening), PBS-025 (reopening), dan PBS-028 (reopening). "Jatuh tempo sukuk yang dilelang bervariasi mulai dari 6 bulan hingga tenor terpanjang adalah 26 tahun," kata Luky di Jakarta, Selasa (4/8/2020).
(Baca Juga: Didominasi SBN, Utang Pemerintah Juni 2020 Tembus Rp5.264,07 Triliun )
Dia melanjutkan, surat utang syariah ini dilelang dengan cara diskonto, imbalan 6,5% hingga 7,75%. Semua seri sukuk negara ini akan menggunakan underlying asset berupa proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2020 dan Barang Milik Negara.
"Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price)," katanya.
Lihat Juga :