Stunting Bayangi Anak-anak Indonesia

Sabtu, 03 November 2018 - 04:42 WIB
Stunting Bayangi Anak-anak...
Stunting Bayangi Anak-anak Indonesia
A A A
JAKARTA - Kekerdilan atau stunting masih membayangi anak-anak Indonesia. Jika tidak ditangani dengan baik maka dapat mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang, susu masuk ke dalam kelompok lauk-pauk sumber protein bersama ikan, telur, unggas, daging, dan kacang-kacangan serta olahannya seperti tahu dan tempe.

Ahli gizi Marudut Sitompul mengatakan, susu merupakan pangan yang kaya zat gizi, sehingga dibutuhkan untuk pelengkap dari makanan. Gizi yang terdapat dalam segelas susu dapat memberi manfaat bagi manusia dalam setiap tahap kehidupannya.

"Pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, tahap tumbuh kembang yang sangat penting dalam menentukan sumber daya manusia di masa yang akan datang adalah pembentukan jaringan otak," ujarnya di Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Selain itu, Marudut menyampaikan, protein yang berkualitas baik diperlukan untuk membentuk protein otak. Susu memasok protein dan lemak, sehingga kebutuhan zat gizi dapat terpenuhi.

"Pada masa kanak-kanak, susu dapat memasok energi untuk aktivitas sehari-hari serta protein dan kalsium untuk pertumbuhan yang optimal," kata Marudut.

Sementara, berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2013, sebanyak 37% dari anak-anak berusia di bawah 5 tahun atau sekitar 9 juta anak Indonesia mengalami stunting. Populasi stunting terbesar terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat.

Maka itu, lanjut Marudut, nutrisi menjadi salah satu faktor terpenting dalam mengatasi permasalahan ini. Asupan gizi yang memadai menjadi keharusan bagi para ibu hamil.

"Jika tidak, hal ini berpotensi menyebabkan rendahnya kualitas kelahiran, termasuk bayi dengan berat badan rendah sehingga proses pertumbuhannya dapat terhambat," tutur dia.

Menurut Marudut, para bayi yang baru lahir juga perlu dipastikan menerima asupan gizi yang baik. Dengan demikian, proses tumbuh dan kembang mereka selama golden age dapat optimal.

"Selain sebagai sumber protein yang baik untuk tumbuh kembang anak, kandungan kalsium pada susu baik untuk pertumbuhan tulang," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Besar, Perlu...
Anggaran Besar, Perlu Perbaikan Manajemen Tekan Angka Stunting
Mengenal Apa Itu Stunting,...
Mengenal Apa Itu Stunting, Masalah Kesehatan yang Kerap Dialami Balita Indonesia
Asosiasi Dinas Kesehatan...
Asosiasi Dinas Kesehatan Dorong Inovasi dan Pemanfaatan Dana Desa untuk Penuntasan Stunting
SOS Stunting
SOS Stunting
Tuai Polemik, Dinkes...
Tuai Polemik, Dinkes Kota Depok Monitoring Menu-Kondisi Dapur Penyedia PMT Lokal
Hari Kesehatan Nasional...
Hari Kesehatan Nasional 2023 Diharapkan Jadi Momentum Atasi Stunting
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
9 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
9 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
9 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
10 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
10 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved