Rupiah Menguat, Ekonom Minta BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 07 November 2018 - 19:26 WIB
Rupiah Menguat, Ekonom...
Rupiah Menguat, Ekonom Minta BI Tahan Suku Bunga
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef, Bhima Yudisthira, menyarankan agar Bank Indonesia menahan suku bunga kedepannya, memanfaatkan momentum penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi belakangan ini. Rabu (7/11/2018), rupiah di pasar spot ditutup menguat Rp14.575 per USD.

Dalil Bhima, dengan menahan suku bunga akan membuat rupiah menguat bertahan lama. Selain itu, memberikan angin segar bagi pelaku usaha dalam menguatkan rupiah.

"Bagi BI bisa sedikit menahan laju kenaikan suku bunga acuan. Saya kira BI punya ruang untuk menahan kenaikan bunga disaat dana asing kembali masuk dan rupiah menguat. Beri nafas sejuk ke pelaku usaha dengan menahan sementara kenaikan bunga acuan shingga bisa lebih banyak pinjam kredit ke bank," katanya.

Dia menyebutkan jika BI tetap akan menaikan suku bunganya akan berimbas pada pelaku usaha yang ingin meningkatkan produksinya dalam membuat laju ekspor meningkat.

"Sejauh ini tekanan kenaikan bunga acuan BI berimbas kepada keyakinan pelaku usaha untuk ekspansi bisnisnya akibat cost of borrowing naik," katanya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menetapkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate tetap di level 5,75%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang digelar pada Oktober kemarin.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, mengatakan selain penetapan suku bunga BI 7-Day Repo Rate, bank sentral juga memutuskan menahan suku bunga deposit facility 25 bps menjadi sebesar 5% dan lending facility menjadi sebesar 6,5%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Rupiah Berakhir Ambruk...
Rupiah Berakhir Ambruk ke Rp16.325 per Dolar AS usai BI Rate Dipangkas
BI Rate Dipotong, Nilai...
BI Rate Dipotong, Nilai Tukar Rupiah Diramal Makin Rentan
Masih Ada Ruang Penurunan...
Masih Ada Ruang Penurunan BI Rate, Ekonom: Asal Rupiah Jauh di Bawah Rp17.000
Rupiah Ambruk, Pemangkasan...
Rupiah Ambruk, Pemangkasan Suku Bunga Acuan BI Bakal Berisiko
Tok! BI Menaikkan Suku...
Tok! BI Menaikkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,25%, Mampukah Selamatkan Rupiah?
Berita Terkini
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
15 menit yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
30 menit yang lalu
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
1 jam yang lalu
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
1 jam yang lalu
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
1 jam yang lalu
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
1 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved