Pertamina-PTBA Gandeng Perusahaan AS Kembangkan Gasifikasi Batu Bara

Kamis, 08 November 2018 - 11:05 WIB
Pertamina-PTBA Gandeng...
Pertamina-PTBA Gandeng Perusahaan AS Kembangkan Gasifikasi Batu Bara
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjalin kerja sama strategis pengembangan gasifikasi batu bara dengan Air Products and Chemicals Inc. Kerja sama dengan perusahaan berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut meliputi pengembangan gasifikasi batu bara di mulut tambang batu bara Peranap, Riau, untuk menjadi dimethylether (DME) dan syntheticnatural gas (SNG).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, kerja sama itu merupakan realisasi upaya percepatan hilirisasi sektor pertambangan Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang. Hal itu juga sekaligus sebagai upaya mendukung penghematan devisa negara.

Proses hilirisasi tambang berupa gasifikasi batu bara tersebut diyakini dapat mengurangi impor elpiji oleh Pertamina.

"Indonesia harus terus mengembangkan industri hilirisasi batu bara bukan hanya dalam mengurangi impor tetapi juga dalam rangka mengembangkan ekspor," kata Rini dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan, kerja sama Pertamina dengan Bukit Asam serta Air Products adalah langkah strategis bagi semua pihak, untuk meningkatkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional, melalui pemanfaatan DME dan SNG.

"Sekitar 70% elpiji masih diimpor, tahun 2017 Indonesia mengonsumsi tidak kurang dari 7 juta ton elpiji. Karena itu, pabrik gasifikasi batu bara ini adalah proyek yang sangat strategis secara nasional," ujar Nicke.

Selain mewujudkan sinergi BUMN, Nicke menambahkan, kerja sama dengan PTBA dilakukan guna optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam nasional.

"Pertamina dan PTBA merupakan dua perusahaan BUMN besar di Tanah Air. Sejalan dengan hal tersebut, kerja sama ini mencerminkan pemanfaatan energi dari dalam negeri untuk masyarakat Indonesia," jelasnya.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengungkapkan, hilirisasi yang dilakukan PTBA ini diperkuat dengan sumber daya batu bara sebesar 8,3 miliar ton dan cadangan batu bara sebesar 3,3 miliar ton.

Pabrik gasifikasi di Peranap ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2022. Kapasitas pabrik yang akan didirikan dengan kapasitas 400.000 ton DME per tahun dan 50 MMSCFD SNG.

Pada kesempatan gang sama, Chairman, President & CEO Air Products Seifi Ghasemi menegaskan bahwa pihaknya sebagai pemilik teknologi gas industri seperti syngas dan DME, berkomitmen dan mendukung penuh program hilirisasi batu bara tersebut.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PTBA Bakal Ganti Pengurus,...
PTBA Bakal Ganti Pengurus, Realisasi Proyek Gasifikasi Batu Bara Dinanti
Moncer, Produksi Batu...
Moncer, Produksi Batu Bara PTBA Sepanjang 2023 Tembus 41,9 Juta Ton
PTBA Pastikan Proyek...
PTBA Pastikan Proyek Gasifikasi Tetap Berjalan
Bukit Asam Target Produksi...
Bukit Asam Target Produksi Batu Bara Capai 30,3 Juta Ton Tahun Ini
Laba Bersih PTBA Anjlok...
Laba Bersih PTBA Anjlok 51,5% di 2023, Ini Biang Keroknya
China Masih Menjadi...
China Masih Menjadi 'Numero Uno' Tujuan Ekspor PTBA
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved