Mantan Penasihat Ekonomi Trump Ingatkan Dampak Perang Tarif

Kamis, 08 November 2018 - 14:18 WIB
Mantan Penasihat Ekonomi...
Mantan Penasihat Ekonomi Trump Ingatkan Dampak Perang Tarif
A A A
SINGAPURA - Mantan Penasihat Ekonomi Utama Gedung Putih yakni Gary Cohn memperingatkan, bahwa perang dagang antara Beijing dan Washington bakal berdampak terhadap pajak yang tidak diinginkan kepada konsumen Amerika. Meski Ia mengaku setuju dengan langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menurunkan tarif pajak perusahaan AS.

Tetapi menurutnya tarif tinggi Amerika Serikat terhadap produk-produk impor asal China sama dengan pajak konsumsi. Seperti diketahui AS dan China telah terlibat dalam pertempuran perdagangan selama berbulan-bulan. Tercatat, kedua negera sudah memberlakukan beberapa putaran tarif bea impor tinggi terhadap satu sama lain. Bahkan Trump mengancam bakal menerapkan tarif lebih besar lagi ke depannya.

Berbicara di Singapura terhadap BBC, Cohn telah memperingatkan bahwa perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia hanya akan melukai kantong banyak konsumen Amerika yang pada gilirannya akan berdampak kepada ekonomi AS.

"Kami bukan ekonomi manufaktur. Jadi apabila warga AS dapat membeli produk dengan harga murah, mereka memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan untuk barang-barang. Begitu mereka membelanjakan dan dapat mengambil uang tambahan yang mereka miliki dibandingkan mereka menyimpan. Kita memang butuh tingkat suku bunga lebih tinggi di AS," paparnya.

"Saya melihat tarif sedikit sebagau pajak konsumsi dan kami tidak ingin membebani konsumen ketika mereka akan membelanjakan pendapatan sekali pakai pada apa yang kami hasilkan, yaitu layanan," sambung Cohn.

Lebih lanjut Cohn menerangkan, bahwa Trump memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang ingin Ia capai dalam negosiasi perdagangan lebih lanjut dengan China. "Presiden punya gayanya sendiri, dia punya taktik," kata mantan penasihat itu.

"Orang-orang telah menanyakan keputusannya sepanjang waktu. Tapi dia, bergerak maju dalam perdagangan, bergerak maju untuk melindungi perusahaan-perusahaan AS, bergerak maju untuk melindungi pekerja AS. Dia paham itulah yang pada akhirnya harus dia lakukan," ungkap dia.

Cohn dan Trump sendiri diyakini tidak memiliki kedekatan antara satu sama lain, tetapi mantan eksekutif Goldman Sachs yang berusia 57 tahun itu turut membantu Presiden melalui reformasi pajak akhir tahun lalu. Lantas kepergian Cohn dari Gedung Putih diumumkan pada bulan Maret, menambah serangkaian keberangkatan petinggi lainnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Trump Tepis Ancaman...
Trump Tepis Ancaman Resesi: Ekonomi AS dalam Masa Transisi di Tengah Perang Dagang
Sri Mulyani: Perang...
Sri Mulyani: Perang Dagang AS-China Bisa Berdampak ke Pemulihan Ekonomi
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
2 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
2 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
2 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
3 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved