Rupiah Menguat Pertanda Keyakinan Investor Meningkat

Kamis, 08 November 2018 - 18:05 WIB
Rupiah Menguat Pertanda...
Rupiah Menguat Pertanda Keyakinan Investor Meningkat
A A A
JAKARTA - Penguatan rupiah yang terjadi beberapa hari terakhir menunjukkan keyakinan pemegang dana internasional, baik institusi maupun individual semakin meningkat. Hal tersebut tercermin oleh arus masuk dana ke pasar uang dalam negeri yang terus meningkat.

"Di samping itu, kemenangan Partai Demokrat di DPR AS memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap ekspektasi kebijakan Trump yang tentu saja tidak semulus sebelumnya," kata ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Muhammad Eddy saat dihubungi Kamis (8/11/2018). Selain itu juga, temperatur pasar rupiah saat ini sangat likuid dan ruang penguatan rupiah masih terbuka lebar.

Dia memaparkan, dalam financial economics jikalau sebuah instrumen turunnya melemah cepat, maka akan kembali naik dengan segera. Demikian juga jika turun melambat, maka akan kembali menguatnya dengan lambat pula.

"Terjadi juga arus dana masuk yang cukup besar ke saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Ditambah dengan faktor fundamental ekonomi dalam negeri yang sesungguhnya kuat, maka pemegang dana kembali lagi energetik terhadap rupiah," papar Eddy.

Menurutnya, Bank Indonesia dibantu oleh 3 pilar KSSK yang lain perlu mengambil momentum yang sangat berharga ini dengan semakin menunjukkan komitmen untuk selalu berada di pasar dan memberi ruang yang sangat lebar terhadap apresiasi rupiah.

"Seluruh stakeholder, baik itu dari sisi regulator, perbankan, kadin (pengusaha dan konglomerat) mesti bersama-sama pasang badan terhadap rupiah yang sudah kelihatan membaik ini," ungkapnya.

Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM, Jameel Ahmad, menuturkan hasil pemilu paruh waktu yang menentukan bahwa Partai Demokrat akan mengendalikan Dewan Perwakilan sementara Partai Republik menguasai Senat tidak menimbulkan banyak volatilitas di pasar finansial.

Menurut dia, investor sudah cukup memperkirakan hasil ini sehingga tidak banyak kegelisahan untuk investor. "Saat ini kami melihat tekanan jangka pendek terhadap USD, namun kita tidak tahu berapa lama ini akan bertahan. Hal ini bergantung pada apakah perubahan kekuasaan dapat memengaruhi penegakan legislasi kebijakan Trump," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved