Dolar AS Kembali, Rupiah Terkulai ke Rp14.820

Senin, 12 November 2018 - 17:12 WIB
Dolar AS Kembali, Rupiah...
Dolar AS Kembali, Rupiah Terkulai ke Rp14.820
A A A
JAKARTA - Pernyataan The Fed yang menegaskan kembali soal pengetatan moneter dan melebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia sebesar 3,37% dari PDB, membuat kurs rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar uang.

Nilai tukar rupiah menurut data Bloomberg, Senin (12/11/2018) ditutup jatuh 142 poin atau 0,97% ke posisi Rp14.820 per USD, berbanding penutupan Jumat pekan lalu di Rp14.677 per USD. Senin ini, mata uang NKRI diperdagangkan di Rp14.732-Rp14.836 per USD.

Terkulainya rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada Senin petang ini. Mata uang Garuda ambruk 130 poin atau 0,89% menjadi Rp14.810 per USD, berbanding penutupan Jumat pekan lalu di Rp14.680 per USD. Hari ini, rupiah berada di kisaran Rp14.680-Rp14.830 per USD.

Dolar AS kembali menjadi raja sejak The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil dan menegaskan kembali untuk melakukan pengetatan moneter pada akhir pekan silam. Dolar bertambah kuat karena ketidakpastian soal Brexit dan kebuntuan anggaran Italia.

"Dolar AS telah pentas kembali menjadi raja. Saya pikir investor cukup senang atas kembali menguatnya dolar AS. Dan euro menjadi terlihat paling rentan," ujar Valentin Marinov, kepala strategi mata uang asing di Credit Agricole seperti dilansir Reuters, Senin (12/11/2018).

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik ke level tertinggi 16 bulan. Indeks USD bertambah 0,58% menjadi 97,47. Sementara itu, euro terkapar 0,70% menjadi USD1,1255 dan poundsterling Inggris melemah 0,99% ke level USD1,2843.

Kepala Strategi Mata Uang di Woodman Asset Management AG, Bernd Berg, mengatakan kabar baik bagi dolar karena masih adanya ketegangan perdagangan AS dengan China, melemahnya ekonomi China dan ketidakpastian di Eropa. Sehingga ini membuat investor memilih USD sebagai safe haven aset.

"Ekonomi AS yang kuat versus melemahnya ekonomi Uni Eropa akan memicu tekanan jual pada euro. Sedangkan dolar akan terus menguat hingga akhir tahun," ulas Bernd Berg.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
35 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved