Harga Minyak Jatuh Setelah Donald Trump Menekan OPEC

Selasa, 13 November 2018 - 11:47 WIB
Harga Minyak Jatuh Setelah...
Harga Minyak Jatuh Setelah Donald Trump Menekan OPEC
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah turun lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (13/11/2018), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk tidak mengurangi pasokan demi menopang pasar.

Melansir dari Reuters, tekanan Trump membuat harga minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 87 sen atau 1,5% menjadi USD59,06 per barel pada pukul 01:15 GMT. Harga minyak Brent International turun 95 sen alias 1,4% menjadi USD69,17 per barel.

Hasil ini membuat harga minyak semakin merugi, dimana sejak awal Oktober telah kehilangan lebih dari 20%. "Produksi minyak AS yang semakin tinggi ditambah Arab Saudi dan Rusia mulai berdampak terhadap harga minyak. Persediaan minyak mentah mulai meningkat lagi," tulis Bank of America Merrill Lynch dalam sebuah catatan.

Bank of America Merrill Lynch menambahkan bahwa produksi minyak mentah AS kini sudah menembus rekor 11,6 juta barel per hari, dan tahun depan akan mencapai USD12 juta barel per hari.

Berlebihnya pasokan belakangan ini, membuat eksportir minyak mentah terbesar dunia yaitu Arab Saudi menjadi khawatir. Saudi takut terulang kembali jatuhnya harga minyak seperti tahun 2014.

Karena itu, pada Senin kemarin, Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan negaranya dan OPEC akan mengurangi pasokan minyak pada tahun depan sekitar 1 juta barel per hari dari tingkat di bulan Oktober. Hal ini demi mencegah kelebihan pasokan.

Langkah Khalid al-Falih untuk memangkas pasokan minyak tidak disukai oleh Presiden AS Donald Trump. "Saya meminta Arab Saudi dan OPEC tidak memangkas produksi minyak. Harga minyak harus jauh lebih rendah berdasarkan pasokan!" kata Trump dalam sebuah posting di Twitter membalas rencana OPEC.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Trump Dibuat Was-was...
Trump Dibuat Was-was Soal Selat Hormuz: Ancam Produsen Jaga Harga Minyak Tetap Rendah
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Harga Minyak Menghangat,...
Harga Minyak Menghangat, Merespons Proyeksi Permintaan OPEC
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
30 menit yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
3 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
3 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
3 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
3 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved