Langkah BI Membuat Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.805

Selasa, 13 November 2018 - 17:25 WIB
Langkah BI Membuat Rupiah...
Langkah BI Membuat Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.805
A A A
JAKARTA - Langkah Bank Indonesia meningkatkan likuiditas di pasar berhasil menolong rupiah pada perdagangan Selasa (13/11/2018). Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di indeks Bloomberg, ditutup menguat 15 poin atau 0,10% menjadi Rp14.805 per USD.

Di awal perdagangan, rupiah melanjutkan pelemahan dengan turun 42 poin menjadi Rp14.862 per USD, berbanding penutupan Senin kemarin di Rp14.820 per USD. Selasa ini, mata uang NKRI diperdagangkan di Rp14.799-Rp14.935 per USD.

Penguatan rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada Selasa petang ini. Mata uang Garuda berotot 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.800 per USD, berbanding penutupan kemarin di Rp14.810. Hari ini, rupiah berada di kisaran Rp14.750-Rp14.930 per USD.

Rupiah menguat setelah Bank Indonesia menggelar lelang domestic non deliverable forward (DNDF) untuk pertama kalinya. Lelang yang diikuti sembilan bank itu menjaring penawaran dana senilai USD149 juta. Dari lelang itu, BI meraih dana USD73 juta, lebih kecil dari target yaitu USD100 juta. Dimana BI hanya mengambil tawaran yang masuk sesuai kalkulasi mereka.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah, menjelaskan list harga bidding yang ditawarkan ditetapkan berdasarkan stop of rate. "Jadi rupiah menguat mengikuti kurs DNDF setelah BI mengumumkan membuka lelang DNDF dengan target lelang USD100 juta," ujarnya.

Faktor eksternal, laju dolar AS tertahan karena kekuataan mereka belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran beberapa investor terhadap pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan AS. Dolar yang terlalu mahal membuat harga produk AS juga kian mahal.

Melansir dari CNBC, Selasa (13/11/2018), indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama nyaris tidak berubah di level 97,518. Sehingga yen Jepang berbalik menguat menjadi 113,99 setelah sebelumnya berada di level 114,20.

Adapun poundsterling Inggris mengambil keuntungan terhadap dolar AS, setelah Menteri Urusan Eropa, David Lidington, mengumumkan Inggris dan Uni Eropa mulai kembali menjalin kesepakatan soal Brexit dalam 48 jam kedepan.

Mengutip dari Reuters, hasil ini membuat poundsterling melonjak 0,5% ke level USD1,2917, setelah sebelumnya berada di USD1,2870. Poundsterling juga naik 0,2% melawan euro menjadi 87,11 pence.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos BI Soal Rupiah yang...
Bos BI Soal Rupiah yang Tembus Level Rp16.300: Sangat Stabil dan Terbaik di Dunia
Bos BI Pede Rupiah Bakal...
Bos BI Pede Rupiah Bakal Menguat Tinggalkan Level Rp16.000
BI Diprediksi Pangkas...
BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga, Rupiah Diperkirakan Menguat Tipis
Rupiah Menguat ke Rp15.385...
Rupiah Menguat ke Rp15.385 Berkat Bank of Japan
Rupiah Ditentukan oleh...
Rupiah Ditentukan oleh Kekuatan BI dan The Fed
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.660 per Dolar AS Sore Ini
Berita Terkini
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
2 menit yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
36 menit yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
1 jam yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
2 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
2 jam yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
2 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved