Rupiah Melayang ke Rp14.584, Yen Untung Karena Masalah Brexit

Jum'at, 16 November 2018 - 11:00 WIB
Rupiah Melayang ke Rp14.584,...
Rupiah Melayang ke Rp14.584, Yen Untung Karena Masalah Brexit
A A A
JAKARTA - Kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 6% menjadi katalis positif bagi nilai tukar rupiah di pasar uang. Kenaikan suku bunga acuan mendongkrak imbal hasil investasi aset-aset berbasis rupiah. Hal ini membuat rupiah menjadi menarik bagi investor.

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat (16/11/2018) melanjutkan reli. Indeks Bloomberg mencatat rupiah perkasa 81 poin atau 0,55% menjadi Rp14.584 per USD, berbanding penutupan Kamis di Rp14.665 per USD.

Data Yahoo Finance mencatat mata uang NKRI pada Jumat ini, melambung tinggi 125 poin atau 0,85% ke level Rp14.550 per USD, melawan penutupan Kamis di posisi Rp14.675 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada hari ini berada di Rp14.594 per USD, terapresiasi 170 poin dari level Rp14.764 per USD pada Kamis lalu.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, mengatakan kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan menjadi sentimen positif yang membuat rupiah bisa melanjutkan di teritori hijau.

Sementara itu, pengunduran beberapa menteri penting dari pemerintahan Perdana Menteri Inggris Theresa May membuat kesepakatan Brexit kembali mundur. Adapun rencana pembicaraan dagang Amerika Serikat dan China, mengendurkan status dolar AS sebagai safe haven. Alhasil yen Jepang mengambil untung dari kondisi tersebut.

Mengutip dari Reuters, Jumat (16/11/2018), indeks USD terhadap enam mata uang utama hanya naik tipis 0,04% menjadi 96,96. Euro turun 0,05% terhadap dolar AS dan poundsterling melemah 0,12%.

Yen lantas menjadi pilihan investor di saat ketidakpastian global, karena statusnya sebagai mata uang safe haven. Yen menguat 0,21% menjadi 113,38 per USD dan yen juga menguat 0,16% terhadap euro ke level 128,49.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rupiah Tak Bertenaga,...
Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS
Inflasi Tak Jauh dari...
Inflasi Tak Jauh dari Ekspektasi, Mata Uang Garuda Menguat
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
6 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
6 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
7 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
7 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
7 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved