Buang Strategi Lama, Arcandra Sebut Jual Blok Migas Butuh Inovasi

Sabtu, 17 November 2018 - 06:13 WIB
Buang Strategi Lama,...
Buang Strategi Lama, Arcandra Sebut Jual Blok Migas Butuh Inovasi
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan, bahwa dalam menjual blok minyak dan gas bumi (migas) diperlukan inovasi, tidak hanya terpaku dengan strategi lama yang sudah tidak relevan yang membuat investor enggan untuk berinvestasi di sektor migas Indonesia.

Strategi marketing juga perlu diterapkan bukan hanya gambar-gambar scientific dan data-data saja yang ditampilkan kepada calon investor yang pada akhirnya tidak tertarik menanamkan investasinya di sektor migas.

"Cara-cara yang dilakukan untuk menjual blok migas itu jangan hanya gambar-gambar scientific, namun harus memasukkan unsur marketing juga. Cara lama itu belum menstimulasi orang untuk berpikir lebih untuk berinvestasi, perlu dicari cara untuk memasarkan blok-blok migas kita, jangan hanya menampilkan data scientific saja, belum pada step selanjutnya data yang untuk menjualnya," ujar Arcandra di Seminar Berburu Lapangan Migas Baru di Indonesia.

Arcandra berharap akan ada inovasi baru dalam menjual blok migas karena pola kerjasama model lama terbukti kurang efektif. "Harapan saya, pola kerja yang selama ini telah kita lakukan harus diubah, karena cara-cara lama terbukti kurang efektif dalam menjual blok-blok migas, untuk itu kita harus temukan cara-cara baru, ide-ide, inovasi-inovasi perlu dilakukan agar kita medapatkan hasil seperti yang kita harapkan yakni menjual blok migas, bukan menjual data," tambah Arcandra.

Inovasi dan ide-ide baru untuk memasarkan blok migas harus dilakukan agar calon investor tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Salah satu inovasi menjual blok migas yang sudah dan sedang dilakukan Pemerintah adalah skema kerjasama Gross Split menggantikan skema production sharring contract (PSC).

"Dalam pertemuan Ministerial Energy Meeting ASEAN dua minggu lalu di Singapura, beberapa negara ASEAN menyatakan sangat tertarik dengan rezim fiskal kita yang baru, Gross Split itu. Mereka ingin belajar tentang Gross Split ini, karena mereka anggap pemikirannya ini sangat progresif. Ini salah satunya. Jika dibandingkan dengan negara lain sepertinya kita berpikir satu langkah kedepan, dan hasilnya kita bisa lihat sekarang, kita punya Komiten Kerja Pasti, blok kita laku sudah 11 dan ini kenyataan, fakta," pungkas Arcandra.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Investasi Hulu...
Jaga Investasi Hulu Migas, Kementerian ESDM Segera Lelang 10 WK Migas di Kuartal III
Awal 2021, Investasi...
Awal 2021, Investasi Hulu Migas Ngegas Tipis
Demi Investasi, Pemerintah...
Demi Investasi, Pemerintah Rela Bagian Harta Karunnya Kian Sedikit
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Didominasi Kilang, Investasi...
Didominasi Kilang, Investasi Hilir Migas Diramal Terus Naik Hingga 2024
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Hulu Minyak dan Gas, Pemerintah Lelang 12 WK Migas
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
5 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
6 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
6 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
6 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
6 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
7 jam yang lalu
Infografis
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Sebut Amerika Serikat sedang Menuju Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved