Penguatan Rupiah Tak Terbendung ke Rp14.586/USD Saat Dolar Tertekan

Senin, 19 November 2018 - 10:32 WIB
Penguatan Rupiah Tak...
Penguatan Rupiah Tak Terbendung ke Rp14.586/USD Saat Dolar Tertekan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Senin (19/11/2018) dibuka perkasa untuk melanjutkan tren penguatan dalam satu pekan terakhir. Laju mata uang rupiah belum terbendung saat dolar mengalami tekanan di awal sesi.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka menguat menjadi Rp14.586/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah kembali melawan baik dibandingkan posisi perdagangan Jumat kemarin di level Rp14.594/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga lebih tinggi ke posisi Rp14.590/USD. Rupiah menunjukkan penguatan di pertengahan bulan November untuk menjadi sinyal positif agar terus di zona hijau sejak akhir pekan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi melompat menuju Rp14.600/USD dengan pergerakan harian Rp14.515 hingga Rp14.649/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal berbaliknya rupiah, meski tidak terlalu besar setelah tertahan pada posisi Rp14.608/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange melesat jauh ke level Rp14.545/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.611/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.545-Rp14,610/USD.

Di sisi lain Dolar sedikit lebih rendah terhadap rival utamanya pada hari Senin setelah pejabat Federal Reserve menyatakan kehati-hatian atas prospek pertumbuhan global. Seperti dilansir Reuters, hal tersebut mendorong para pelaku pasar untuk menilai kembali laju kenaikan suku bunga AS di masa mendatang.

Seperti diketahui mata uang AS telah menikmati lompatan kuat tahun ini berkat pengetatan kebijakan Fed yang stabil di belakang penguatan ekonomi dan meningkatnya tekanan upah. Kenaikan suku bunga keempat untuk tahun ini diharapkan terjadu bulan depan dan pembuat kebijakan telah mengindikasikan dua lagi pada Juni 2019.

Namun komentar pada hari Jumat oleh Richard Clarida, wakil ketua Fed yang baru diangkat, meletakkan ekspektasi pasar untuk menguj kecepatan pengetatan yang stabil. Clarida memperingatkan tentang perlambatan pertumbuhan global, mengatakan "itu adalah sesuatu yang akan relevan" untuk prospek ekonomi AS.

Sentimen tersebut membuat Indeks dolar, yang mengukur nilainya versus enam mata uang utama diperdagangkan sedikit lebih lemah ke level 96,45. Angka ini menambah penurunan 0,5% sejak hari Jumat. Indeks dolar telah mencapai posisi tertinggi 16 bulan di 97,69 pada 12 November, lalu.

Yen Jepang mengalami sedikit keuntungan menjadi 112,70 terhadap dolar. Dolar kehilangan 0,9% terhadap yen karena para para pelaku pasar bergegas ke mata uang Jepang yang safe-heaven seiring kekhawatiran atas ketegangan perdagangan AS versus Chuina dan risiko politik di Eropa terkait negosiasi Brexit dan anggaran Italia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
1 jam yang lalu
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
2 jam yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
2 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
2 jam yang lalu
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved