Dolar Comeback Bikin Rupiah Tergelincir di Awal Sesi

Rabu, 21 November 2018 - 10:28 WIB
Dolar Comeback Bikin...
Dolar Comeback Bikin Rupiah Tergelincir di Awal Sesi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (21/10/2018) dibuka tergelincir setelah kemarin sempat membaik untuk menunjukkan sinyal perlawanan versus USD. Kondisi rupiah yang gagal melanjutkan tren positif mengiringi comeback dolar melawan mata uang utama lainnya.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka tergelincir menjadi Rp14.618/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah kembali menyusut dibandingkan posisi perdagangan awal pekan, kemarin di level Rp14.586/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga lebih rendah ke posisi Rp14.610/USD. Rupiah kembali dalam tren kejatuhan usai sempat membaik di zona hijau usai kemarin parkir di level Rp14.587/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi usai liburan merosot ke posisi Rp14.600/USD dengan pergerakan harian Rp14.580 hingga Rp14.649/USD. Peringkat tersebut memperlihatkan rupiah kembali tertekan setelah kemarin sempat membaik Rp14.585/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange jatuh ke level Rp14.604/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.587/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.604-Rp14.645/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar comeback menguat terhadap mata uang utama pada hari Rabu untuk memperpanjang keuntungan dalam sesi semalam. Hal ini ketika investor menghindari aset berisiko dalam mendukung mata uang safe haven di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global dan perang dagang.

Greenback telah berada di bawah tekanan pada sebagian besar pekan ini seiring komentar hati-hati oleh pejabat Federal Reserve dan secara mengejutkan lemahnya data ekonomi AS. Sentimen tersebut membuat bank sentral diyakini dapat memperlambat laju pengetatan kebijakan moneter.

Namun dengan sentimen risiko dan penurunan ekuitas global pada hari Selasa, para pedagang telah kembali ke dolar "safe haven". Dolar naik dari level terendah dua minggu sebelumnya pada Selasa. Kini Indeks dolar, yang mengukur ukuran kinerja terhadap enam mata uang utama, stabil pada posisi 96,82 diperdagangan Rabu.

Indeks naik 0,6% dari sesi perdagangan sebelumnya. Sementara Yen Jepang relatif tidak berubah pada posisi 112,68. Angka tersebut menyentuh level tertingginya bulan ini pada hari Selasa di 112,29 sebelum melemah karena bull dolar mengambil alih dan mendorong greenback lebih tinggi terhadap mata uang Jepang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
2 menit yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
36 menit yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
1 jam yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
2 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
2 jam yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
2 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved