Rasio Pajak Hanya 10%, Prabowo Sebut Indonesia Kehilangan Rp873,88 T

Rabu, 21 November 2018 - 14:30 WIB
Rasio Pajak Hanya 10%,...
Rasio Pajak Hanya 10%, Prabowo Sebut Indonesia Kehilangan Rp873,88 T
A A A
JAKARTA - Calon Presiden Indonesia (Capres) Prabowo Subianto menyindir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mampu meningkatkan rasio pajak (tax ratio) di Indonesia. Saat ini, rasio pajak nasional hanya sekitar 10,3% jauh di bawah pemerintahan Presiden Soeharto yang sekitar 16%.

Dia mengatakan, jika performa pajak Indonesia tidak mampu lampaui rasio pajak di zaman Presiden Soeharto, maka sama saja Indonesia kehilangan sekitar USD60 miliar atau setara Rp873,88 triliun (kurs rupiah Rp14.564/USD) dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Ia juga membandingkan tax ratio Indonesia yang masih kalah dengan Thailand, Malaysia bahkan dengan Zambia.

"Kalau kita tidak bisa mencapai performa pajak melampaui Presiden Soeharto 16%, ini 6% dari GDP kita kehilangan USD60 miliar," katanya dalam acara Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11/2018).
(Baca Juga: Prabowo Sebut Pemerintah Harus Belajar Pajak dari Zambia )
Menurutnya, hal ini terjadi karena inefisiensi yang terjadi dalam birokrasi Indonesia. Selain itu, merosotnya rasio pajak Indonesia juga terjadi karena tingkah laku (attitude) yang kurang dari pemerintah dalam mengelola ekonomi.

"Pemerintah tidak mampu mengelola tax ratio. Indonesia sebenarnya bisa mencapai 18-20% menurut expert World Bank sesuai diskusi yang pernah kita lakukan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tingkatkan Transparansi,...
Tingkatkan Transparansi, PLN-Ditjen Pajak Integrasi Data Perpajakan
Perkuat Sistem Perpajakan,...
Perkuat Sistem Perpajakan, Ditjen Pajak Gandeng LG CNS dan Deloitte Consulting
Menyoal Korupsi Perpajakan
Menyoal Korupsi Perpajakan
Mengejar Reformasi Perpajakan
Mengejar Reformasi Perpajakan
Nilai Belanja Perpajakan...
Nilai Belanja Perpajakan 2019 Tembus Rp257,2 Triliun
Segera Disahkan di DPR,...
Segera Disahkan di DPR, UU Pajak Bakal Punya Nama Baru
Berita Terkini
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
27 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
57 menit yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
1 jam yang lalu
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
1 jam yang lalu
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
2 jam yang lalu
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved