Genjot PAD, Kotamobagu Maksimalkan Retribusi dan Pajak

Jum'at, 23 November 2018 - 04:37 WIB
Genjot PAD, Kotamobagu...
Genjot PAD, Kotamobagu Maksimalkan Retribusi dan Pajak
A A A
KOTAMOBAGU - Wakil Wali Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Nayodo Koerniawan, menegaskan untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah yang nyata, dinamis dan bertanggungjawab, maka perlu dilakukan upaya untuk peningkatan terhadap sumber-sumber pendapatan asli darah (PAD) yang berasal dari retribusi dan pajak.

Untuk itu, kata dia, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu adalah melakukan penyesuaian, serta perubahan terhadap besaran retribusi dan pajak daerah khususnya retribusi tempat parkir khusus yang diatur pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2015.

"Perubahan Perda tentang retribusi khusus parkir ini berdasarkan adanya pertimbangan bahwa Perda yang mengatur tentang besaran dari retribusi khusus parkir di Kota Kotamobagu sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi dan perkembangan Kota Kotamobagu saat ini," ujar Nayodo di Ballroom Hotel Sutan Raja, Kamis (22/11/2018).

Dikatkan Nayodo, perubahan pada Perda Nomor 5 Tahun 2011 tersebut diantaranya perubahan pada Pasal 8 Ayat 3, yang mengatur besaran tatif retribusi khusus parkir, serta adanya aturan tambahan yang mengatur tentang pengelolaan parkir secara elektronik yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah besaran PAD yang berasal dari retribusi khusus parkir.

Dikesempatan yang sama, Nayodo menjelaskan, tentang Ranperda (Rancangan Perda) Penyelenggaraan LLAJ tujuannya adalah untuk mewujudkan penyelenggaraan transportasi yang andal dan berkemampuan tinggi, serta tentunya dapat diselenggarakan secara terpadu aman, tertib, lancar dan efisien.

Ranperda tentang penyelenggaraan lalulintas dan angkutan jalan ini, juga sejalan dengan amanat dari Pasal 12 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dimana penyelenggaraan LLAJ merupakan sub urusan pemerintahan, yang wajib untuk dilaksanakan bidang perhubungan.

Ranperda yang mengatur tentang sistem penyelenggaraan LLAJ ini juga mengedepankan asas manfaat, asas keadilan, asas kepentingan umum, asas keseimbangan, asas keterpaduan, asas transparansi, akuntabilitas, keberlanjutan serta tentunya partisipatif.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kenaikan Tarif Pajak...
Kenaikan Tarif Pajak dan Retribusi Daerah Bisa Kerek PAD di 2022
Realisasi PAD di Makassar...
Realisasi PAD di Makassar untuk Sektor Pajak Capai Rp480 Miliar
Retribusi Pasar di Cimahi...
Retribusi Pasar di Cimahi Naik, Target Angka Paling Besar dari PAB
Tidak Capai Target PAD...
Tidak Capai Target PAD 2022, Wako Palembang Ancam Pecat Kepala BPPD
Penerimaan Pajak Sulsel...
Penerimaan Pajak Sulsel Tahun 2021 Ditarget Meningkat
Dewan Minta Target PAD...
Dewan Minta Target PAD di Sektor Pajak dan Retribusi Dinaikkan
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
42 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved