Harga Timah Diramal Kembali Pulih Pasca Perang Dagang

Senin, 26 November 2018 - 20:21 WIB
Harga Timah Diramal...
Harga Timah Diramal Kembali Pulih Pasca Perang Dagang
A A A
JAKARTA - Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) meramalkan harga timah akan kembali pulih setelah perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China usai. Tanda-tanda itu sudah mulai kelihatan jelang akhir tahun ini.(Baca Juga: Genjot Ekspor Timah Lewat ICDX )
Chief Executive Officer (CEO) BKDI Lamon Rutten mengatakan, dampak perang dagang di platform Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) mulai reda karena ekspor naik 10% dibanding tahun lalu. Diharapkan mulai ada perdagangan multilateral di bursa berjangka.

"Sampai sekarang tidak banyak kontrak berjangka. Ekspor akan kembali sama akan tahun lalu," ujarnya di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Menurutnya, dampak perang dagang juga tidak baik bagi AS karena permintaan global membuat harga produk timah kurang baik. Sehingga, bisa menyentuh di atas USD20.000 per metric ton seperti tahun lalu dari sekarang USD19.100 per metric ton. "Untuk harga timah banyak pikir situasi diantara AS dan China. Tidak akan lama lagi akan diperbaiki," katanya.

Lamon menjelaskan, banyak investor berpikir masalah perang dagang itu akan selesai. Timah sendiri masih dipergunakan di semua industri. "Telepon, komputer dan semua produk elektronik ada timah. Namun, tidak ada banyak timah di dunia, begitu banyak produksi maka harga tidak akan naik, permintaan kuat terkait harga timah," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ICDX Resmi Memperdagangkan...
ICDX Resmi Memperdagangkan Kontrak Minyak Mentah WTI
Dualisme Bursa Bukan...
Dualisme Bursa Bukan Sebab Anjloknya Harga Timah
Pandemi Bikin Volatilitas...
Pandemi Bikin Volatilitas Harga Komoditi Tinggi, Produk Derivatif Jadi Solusi
ICDX Proyeksikan Volume...
ICDX Proyeksikan Volume Perdagangan Emas Digital Tembus 25 Juta Gram di 2025
Derivatif Keuangan Geser...
Derivatif Keuangan Geser dari Bappebti ke OJK dan BI, Begini Respons ICDX dan ICH
Mendag Ajak Masyarakat...
Mendag Ajak Masyarakat Manfaatkan Perdagangan Berjangka Komoditas
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved