Pernyataan Penasihat Ekonomi Trump Buat Wall Street Menguat

Rabu, 28 November 2018 - 08:01 WIB
Pernyataan Penasihat...
Pernyataan Penasihat Ekonomi Trump Buat Wall Street Menguat
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup lebih tinggi pada Selasa waktu setempat. Kenaikan Wall Street merespons komentar dari Penasihat Ekonomi Presiden AS Donald Trump, yaitu Larry Kudlow yang mengatakan Gedung Putih melakukan "banyak komunikasi" dengan RRC menjelang pertemuan Trump dan Presiden RRC Xi Jinping dalam KTT G20 di Argentina.

Pernyataan Kudlow membuat investor merasa lega. Pernyataan tersebut meredakan tensi perdagangan yang kembali meningkat, setelah pada Senin lalu, Trump mengatakan bakal menaikkan tarif impor barang China dari 10% menjadi 25% mulai 1 Januari 2019.

Saham-saham emiten AS yang memiliki eksposur tinggi di pasar luar negeri, ditutup lebih tinggi seperti Boeing yang naik 0,5%. Hal ini mendongkrak Wall Street meninggi.

Melansir dari CNBC, Rabu (28/11/2018), indeks Dow Jones Industrial Average naik 108,49 poin menjadi 24.748,73. S&P 500 bertambah 0,3% ke level 2.682,20. Nasdaq naik tipis 0,01% ke posisi 7.082,70.

Kepala Strategi Investasi di Northwestern Mutual Wealth Management, Brent Schutte, mengatakan gejolak di Wall Street untuk paruh kedua tahun ini lebih disebabkan faktor geopolitik. "Masalah perang tarif, Brexit dan anggaran Italia membuat pasar bergejolak. Jika kita bisa mendapatkan kejelasan soal itu, terutama perang tarif, itu akan positif untuk pasar," tukasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
42 menit yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
11 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
11 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
12 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved