Kinerja Industri Jabar Terus Naik di Tengah Gelombang Relokasi Pabrik

Selasa, 04 Desember 2018 - 03:11 WIB
Kinerja Industri Jabar...
Kinerja Industri Jabar Terus Naik di Tengah Gelombang Relokasi Pabrik
A A A
BANDUNG - Kendati sejumlah industri di Jawa Barat (Jabar) tercatat merelokasi pabriknya ke Jawa Tengah, namun produksi di Jawa Barat tercatat terus tumbuh. Bahkan, BPS mencatat terjadi surplus ekspor hingga Oktober 2018.

Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengatakan, hingga Oktober 2018 tercatat ekspor Jabar tercatat mencapai USD2,69 miliar. Naik 5,47% dibandingkan September 2018. Kenaikan tersebut menunjukkan industri Jawa Barat terus bergerak, walaupun sempat terjadi relokasi pabrik.

“Memang ada data perusahaan yang relokasi ke Jateng. Tetapi buktinya data ekspor masih bagus. Itu menunjukkan, relokasi industri tidak terlalu terganggu aktivitas industri di Jawa Barat,” kata Dody di kantor BPS Jabar, Jalan PH Mustofa, Kota Bandung, Senin (3/12).

Menurut dia, relokasi industri ke Jateng lebih banyak dilakukan perusahaan padat karya seperti garmen dan tekstil. Sementara perusahaan padat modal, memilih tetap bertahan di Jabar. Karena memang secara akses, Jawa Barat lebih unggul dibanding Jateng.

“Memang untuk Jabar upahnya cukup tinggi, misalnya di Karawang Rp4,1 juta. Di sana (Jateng), Rp1,7 juta sudah bisa. Tapi mungkin, pindah tidak karena upah saja, banyak faktor lain juga. Karena upah kan dinamika, nanti kalau sudah pindah semua, juga bisa naik,” beber dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, naiknya kinerja ekspor Jabar dipengaruhi terdongkraknya kinerja ekspor non migas sebesar USD2,67 miliar atau naik 6,06% dibanding bulan sebelumnya. Sementara ekspor migas tercatat turun hingga 41,44% menjadi USD18,63 juta.

Nilai ekspor 10 golongan barang utama Oktober 2018 hampir seluruhnya meningkat. Hanya dua kelompok yang tercatat turun, yaitu barang rajutan dan pakaian jadi bukan rajutan.

Sementara pangsa terbesar ekspor Jabar masih ke Amerika senilai USD418,22 juta, disusul Jepang USD289,07 juta dan USD210,66 juta. Peran ketiga negara terhadap kinerja ekspor Jabar mencapai 34,35%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelabuhan Terbesar di...
Pelabuhan Terbesar di Indonesia Beroperasi November 2020
Pandemi, Kinerja Ekspor...
Pandemi, Kinerja Ekspor Jabar Masih Cukup Moncer, Ini Angkanya
Ekspor Perhiasan Melonjak...
Ekspor Perhiasan Melonjak 18,66 Persen, Nilainya Tembus Rp55,8 Triliun
Akselerasi Pemulihan...
Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Ridwan Kamil Gali Potensi Pasar Ekspor Tiongkok
Saat Batik Jawa Barat...
Saat Batik Jawa Barat Goes to New York
Peluang Ekspor Industri...
Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi Kembali Terbuka
Berita Terkini
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
2 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
3 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
3 jam yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
4 jam yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved