Mengeluhkan Kemitraan, Ini Alasan Pengemudi Grab Hijrah

Selasa, 04 Desember 2018 - 17:18 WIB
Mengeluhkan Kemitraan,...
Mengeluhkan Kemitraan, Ini Alasan Pengemudi Grab Hijrah
A A A
JAKARTA - Mitra pengemudi Grab merasa diperlakukan seperti kerja rodi akibat penetapan tarif rendah dan insentif buruk, di tengah banjir promo ongkos murah. Persoalan kerja rodi ini menjadi alasan banyak mitra pengemudi Grab hijrah ke Go-Jek.

"Supaya bisa dapat penghasilan harian yang layak di Grab, harus lebih dari 20-an trip sehari. Seperti kerja rodi saja," kata Irfan Fauzi (32), mantan mitra Grab yang pindah ke Go-Jek pada sekitar pertengahan November di Jakarta, Selasa (4/12/2018).
(Baca Juga: Skema Kemitraan Buruk, Pengemudi Grab Diprediksi Bakal Migrasi Massal )
Pendapatan yang diterima, menurut Irfan, tak sebanding dengan usaha yang dilakukan mitra pengemudi di lapangan. Belum lagi aturan penarifan yang dianggap tidak transparan dan kerap berubah, termasuk soal skema insentif yang semakin sulit dicapai.

Penyedia layanan transportasi online berbasis aplikasi asal Malaysia ini menetapkan skema insentif berubah menjadi sistem berlian. Adapun tarif Grab Bike per kilometer ditetapkan Rp1.200 untuk jarak dekat, dengan potongan 20% dari total ongkos perjalanan untuk keuntungan perusahaan. "Pencapaian bonus jadi semakin susah setelah Grab menerapkan skema berlian," imbuh dia.

Pengemudi Grab Bike, Taufik Muslihin (38), mengamini tentang kondisi tersebut. Jika ingin mendapatkan insentif minimum sebesar Rp15 ribu, setidaknya mereka harus menyelesaikan 14 perjalanan. "Soalnya, per trip dapat delapan berlian. Kalau jam sibuk bisa 13 berlian. Insentif paling kecil harus bisa dapat 110 berlian," kata Taufik.

Insentif paling besar, senilai Rp200 ribu, harus ditebus dengan mengumpulkan 350 berlian. Untuk mendapatkan bonus tertinggi, setidaknya mitra pengemudi harus mampu menyelesaikan lebih dari 25 perjalanan. "Kami harus kerja dua kali lebih berat kalau mau dapat bonus bagus," akunya.

Menurut Taufik, akhirnya mitra pengemudi diarahkan mencari order Grab Food yang nilai insentifnya 30 berlian untuk setiap pesanan. Ironisnya, layanan Grab Food masih kalah pamor dibandingkan Go-Food milik Go-Jek. "Kalau lagi bagus, sehari orderan Grab Food paling banyak cuma dapat tiga," ungkap Taufik.

Hardiansyah, pengemudi Grab lainnya, juga merasakan betapa beratnya mengejar pendapatan yang mencukupi saat ini. Apalagi, pemasukkan utamanya saat ini masih ditopang dari Grab Ride, yang tarif dan peluang insentifnya sangat rendah. "Benar-benar harus kerja keras. Soalnya, walaupun keluar jam 5 pagi, sampai jam 5 sore belum tentu bisa dapat 20 orderan," tuturnya.

Atas dasar itu, Hardiansyah bisa memaklumi jika rekan-rekannya sesama pengemudi Grab akhirnya memutuskan untuk pindah ke Go-Jek. "Kalau ada yang bisa kasih lebih bagus, kenapa enggak," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konglomerat Top Indonesia...
Konglomerat Top Indonesia Ini Dukung Rencana Go Public Grab Sebesar USD40 M
Mitra Driver Mengeluhkan...
Mitra Driver Mengeluhkan Program Kepemilikan Mobil Grab
Dengan GrabProtect,...
Dengan GrabProtect, Tak Perlu Khawatir Naik Transportasi Online
Dihajar Pandemi Covid-19,...
Dihajar Pandemi Covid-19, Pendapatan Grab Loyo
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
Gojek Tutup Layanan...
Gojek Tutup Layanan GoLife dan GoFood Festival
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
53 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
2 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
2 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
3 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
3 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved