Kemenperin Tempa Agen Perubahan Era Industri 4.0

Rabu, 05 Desember 2018 - 04:12 WIB
Kemenperin Tempa Agen...
Kemenperin Tempa Agen Perubahan Era Industri 4.0
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Yayasan Upaya Indonesia Damai atau United in Diversity (UID) dan Tsinghua University telah menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang bertajuk Collective Creative Learning and Action for Sustainable Solution (Co-CLASS) dengan tema "The Fourth Industrial Revolution System Transformation". Program strategis ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kompeten dalam menghadapi perkembangan era industri 4.0.

“Guna mewujudkan visi Making Indonesia 4.0, pengembangan ekosistem industri 4.0 sangatlah penting. Program diklat ini telah berhasil menyatukan visi berbagai pemangku kepentingan sehingga membuka ruang inovasi dan kolaborasi yang lebih nyata,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam sambutannya ketika menutup program Co-CLASS angkatan pertama di Jakarta, Selasa (4/12).

Sambung dia menjelaskan, selain perlu penguasaan teknologi, SDM terampil juga berperan penting dalam upaya menyukseskan implementasi industri 4.0. Sebab, melalui wawasan dan pengetahuan, akan dapat memahami peluang serta mampu menghadapi tantangan saat ini. Bahkan, mereka akan menjadi agen perubahan dalam mentransformasi ke arah ekonomi digital.

“Jadi, soft skills dalam hal pengembangan kemampuan pribadi dan kepemimpinan juga diperlukan untuk dapat mengambil keuntungan dari penerapan industri 4.0. Maka itu, materi program Co-CLASS memang dititikberatkan pada peningkatan kapasitas SDM dalam bidang inovasi dan entrepreneurship leadership untuk industri 4.0. Ini menjadi prototipe dan perlu dilanjutkan,” paparnya.

Airlangga menambahkan, salah satu langkah prioritas dan menjadi kunci implementasi dari peta jalan Making Indonesia 4.0 adalah membangun SDM berkualitas. Apalagi, Indonesia akan menikmati dominasi jumlah penduduk usia produktif pada 10 tahun ke depan. Bonus demografi ini diyakini dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dalam menghadapi industri 4.0, China fokus dengan kecepatan, Jerman pada teknologi, serta Jepang dan Korea melalui skill. Sedangkan, Indonesia lebih memilih empowering human talents,” tegasnya.

Oleh karenanya, Kemenperin semakin gencar menciptakan SDM kompeten sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini melalui pelaksanaan pendidikan vokasi dari jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga tingkat Politeknik yang mengsung konsep link and match dengan industri.

“Kami punya 9 SMK, 10 Politeknik, dan Akademi Komunitas yang telah menggunakan dual system, yakni 30% teori dan 70% praktik. Hampir semua lulusannya terserap kerja sebelum wisuda. Untuk itu, Co-CLASS ini juga bisa menjadi contoh dalam mencetak SDM yang literate dengan ekonomi digital,” imbuhnya.

Apalagi, Indonesia butuh 17 tenaga kerja yang tidak “buta” teknologi digital di tahun 2030. Berdasarkan survei McKinsey, peluang ekonomi digital akan meningkatkan nilai tambah terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar USD200 miliar pada tahun 2030. Selain itu dengan implementasi industri 4.0, diyakini pula mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 1 hingga 2%.

“Aspirasi besar Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030,” ungkap Menperin.

Sasaran tersebut, bisa tercapai dengan peningkatan kembali neto ekspor sebesar 10%, produktivitas naik dua kali lipat, dan anggaran riset mencapai dua persen dari PDB. Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar menyampaikan, program Co-CLASS angkatan pertama diikuti sebanyak 27 peserta, yang berasal dari kementerian dan lembaga, perusahaan industri, dan perguruan tinggi.

Program ini wujud dari pelaksanaan Letter of Intent (LoI) antara Kemenperin dengan UID dan Tsinghua University yang telah ditandatangani pada Mei 2017 lalu. Kegiatan Co-CLASS dimulai sejak Mei 2018 melalui berbagai lokakarya.

“Mereka mendaptakan enam kali workshop, yang meliputi orientation workshop, foundation workshop, sensing workshop, deep-dive workshop, prototyping workshop dan final workshop sekaligus acara kelulusan,” terangnya.

Dari program ini, ada aksi nyata yang muncul dari lima kelompok Co-CLASS untuk membuat prototipe solusi. Haris menyebutkan, materi pembelajaran yang diberikan selama Co-CLASS berfokus pada peningkatan kapasitas pemimpin di era industri 4.0 dengan penekanan tentang sharing vision, membuat keputusan strategis, meningkatkan kesadaran dalam diri, membangun kemitraan, dan menjadi manusia pembelajar.

“Mereka juga mendapatkan materi dari beberapa narasumber internasional terkait Mental Model, U theory, System Thinking maupun Human Literacy,” ujarnya.

Pendiri UID Cherie Salim mengemukakan, pihaknya merasa bangga dilibatkan dalam program Co-CLASS ini, terutama dengan adanya prototipe ide dalam upaya pengembangan industri nasional yang berdaya saing global di era digital. “Kami optimistis bahwa dengan adanya rasa saling percaya lintas sektor, yakni pemerintah, pelaku bisnis, dan akademisi, akan mampu melewati tantangan dan menggambil peluang di era industri 4.0 atau ekonomi digital,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
NEC Indonesia-Kemenperin...
NEC Indonesia-Kemenperin Teken MoU Pengembangan SDM Industri 4.0
RI-Jepang Pacu SDM Industri...
RI-Jepang Pacu SDM Industri Otomotif Kompeten Teknologi 4.0
Pemerintah Swiss Dukung...
Pemerintah Swiss Dukung Pengembangan Vokasi Industri RI
Target Naik 4 Kali Lipat,...
Target Naik 4 Kali Lipat, RI-Singapura Terus Tingkatkan Kualitas SDM Industri 4.0
Berbagai Terobosan Berbasis...
Berbagai Terobosan Berbasis Sumber Daya Demi Masa Depan Tak Terbatas
Pacu Ekonomi, Kemenperin...
Pacu Ekonomi, Kemenperin Perkuat SDM Teknologi Kertas
Berita Terkini
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
24 menit yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
30 menit yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
38 menit yang lalu
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
1 jam yang lalu
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
1 jam yang lalu
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
1 jam yang lalu
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved