Ini Jawaban Sektor Pertanian Atas Tantangan Era Industri 4.0

Kamis, 13 Desember 2018 - 19:15 WIB
Ini Jawaban Sektor Pertanian...
Ini Jawaban Sektor Pertanian Atas Tantangan Era Industri 4.0
A A A
JAKARTA - Sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama kebutuhan pangan dan perekonomian memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan nasional di tengah revolusi industri 4.0. Apalagi, saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 265 juta jiwa.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andrimengatakan untuk menghadapi tantangan tersebut pihaknya sudah memetakan tantangan dan potensi di sektor pertanian secara nasional hingga tahun 2024."Sebab, jumlah penduduk di tahun 2025 mendatang diperkirakan meningkat hingga 275 juta jiwa. Kami yakin, dengan perkiraan demografi ini akan menambah keuntungan dan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia," kata Boga dalam seminar dan forum CEO Outlook 2019: Agrobisnis 4.0 bertema Momentum Kebangkitan Agro Industri Untuk Kemandirian Pangan Indonesia Dan Pasar Global, Kamis (13/12/2018).Menurut Boga, Kementerian Pertanian melalui berbagai perangkatnya sudah menyiapkan langkah strategia dalam mendukung revolusi tersebut. Pasalnya, lanjut Boga, tantangan kedepan yang akan dihadapi adalah meningkatnya permintaan produk berstandar.
"Misalnya peningkatan makanan siap saji menjadi 18 persen dari total pengeluaran konsumen terhadap makanan yang sebelumnya hanya 14 persen. Peningkatan ini cenderung pada pembelian produk dan jasa disamping kita harus memperhatikan perubahan iklim dan hemat air," katanya.

Boga menjelaskan, kebijakan yang sudah berjalan antara lain perkuatan aspek pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemudian pengembangan bibit dan sarana prasarana berbasis inovasi teknologi, serta penguatan kelembagaan petani.

"Yang tak kalah penting, kami juga mendorong berkembangnya industri makanan dan restoran cepat saji, mendorong pasar online yang melayani pengiriman produk pertanian segar, serta smart agriculture yang adaptif terhadap perubahan iklim," katanya.
Kementan, kata Boga, melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini juga sedang memfokuskan diri pada kebijakan strategis seperti peningkatan produksi dan kualitas produk pertanian.
"Kami dorong industri pengolahan hasil pertanian, petani go-digital, serta penguatan kelembagaan petani berbasis korporasi dan kawasaan. Semua ini tentu dibarengi dengan penguatan teknologi di sektor pertanian," tuturnya.

Meski demikian, tantangan dalam mengahadapi revolusi ini bukan tanpa hambatan. Sebelumnya berbagai permasalahan erat kaitannya dengan petani Indonesia. Persoalan itu mulai dari skala usaha petani yang kecil, posisi tawar lemah, berkutat hanya di on farm, hingga peningkatan kesejahteraan yang lamban.

"Namun perlahan tapi pasti, Kementan di bawah kepemimpinan Pak Andi Amran Sulaiman mulai mengurai benang kusut permasalahan yang melekat pada petani. Caranya ialah dengan fokus pada tujuan peningkatan kesejahteraan petani," katanya.

Boga menambahkan, deretan kebijakan dan kemudahan layanan ini masih akan ditambah dengan program canggih, yakni mengkorporasikan petani melalui peningkatan skala usaha tani, daya saing dan industrialisasi dari hulu hingga hilir.

"Petani itu merupakan pelaku langsung yang perlu dikuatkan. Oleh karenanya kami terus melakukan percepatan industrialisasi petani. Misalnya skala usaha dan daya saing produkmya harus meningkat. Ekonomi petani dan kapasitas SDM juga meningkat. Begitu juga dengan kerja sama pemasaran, pembiayaan usaha tani, digitalisasi pertanian dan pengembangan pertanian bebasis kawasan kluster," pungkasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ini dibuka langsung oleh Ketua Umum HKTI Jendral TNI Purn. Moeldoko. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Mantan Ketua Satgas Pangan Irjen Polisi Setyo Wasisto, kalangan swasta yang membidangi sektor pertanian, hingga perbankan yang fokus dalam pembiayaan pertanian.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Era Gus Dur...
Menteri Era Gus Dur Ini Paparkan Strategi Pertanian di Era 4.0
Bersinergi dengan Daerah,...
Bersinergi dengan Daerah, Kementan Kembangkan Kawasan Pertanian 4.0
Industri 4.0 Indonesia...
Industri 4.0 Indonesia Mendunia
Implementasi Industri...
Implementasi Industri 4.0 Jadi Strategi Tepat Dorong Pemulihan
Teknologi Digital Datangkan...
Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek
Berbagai Terobosan Berbasis...
Berbagai Terobosan Berbasis Sumber Daya Demi Masa Depan Tak Terbatas
Berita Terkini
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
22 menit yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
47 menit yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
1 jam yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
2 jam yang lalu
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
5 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved