Kontribusi UMKM Jawa Timur Terhadap PDRB Masih Rendah

Minggu, 16 Desember 2018 - 12:01 WIB
Kontribusi UMKM Jawa...
Kontribusi UMKM Jawa Timur Terhadap PDRB Masih Rendah
A A A
SURABAYA - Kontribusi 4,6 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Timur (Jatim) masih di kisaran angka 10%. Kontribusi tersebut dinilai masih relatif rendah dan perlu ditingkatkan.

Anggota Komisi XI DPR Indah Kurnia mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Gubernur Jatim Soekarwo dan Bank Indonesia untuk mencari cara agar UMKM Jawa Timur yang jumlahnya besar tersebut memiliki kualitas yang lebih baik. Dengan begitu, kontribusi UMKM Jatim terhadap PDRB pun diharapkan terangkat.

"Dengan (jumlah) 4,6 juta itu tapi kontribusinya masih kecil, mungkin kapasitasnya masih harus ditingkatkan. Itu menjadi kewajiban kita bersama," ujarnya dalam forum Indonesia Shari'a Economy Festival (ISEF) 2018 di Grand City Surabaya, Sabtu (15/12/2018).

Menurut Indah, pelaku UMKM harus memanfaatkan teknologi sebagai media pemasaran dan promosi produk. Penetrasi internet di Indonesia yang semakin pesat menurutnya perlu dimanfaatkan dengan baik. Integritas dan konsistensi UMKM pun menurutnya juga harus terus dibangun.

Indah menambahkan, para pelaku UMKM pun harus makin pandai membuat catatan keuangan. Hal ini penting agar mereka bisa mengidentifikasi pemasukan dan pengeluaran. Terkait dengan itu ia berharap BI terus melakukan pendampingan dan pembinaan pada pelaku UMKM di Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia Yunita Rusmisari menjelaskan, Kota Surabaya mempunyai potensi yang sangat besar untuk pengembangan ekonomi syariah. Perhelatan Syariah Fair ini menurutnya adalah untuk menyosialisasikan dan membumikan berbagai inisiatif atau kebijakan tentang ekonomi Syariah.

Selain itu, kata dia, Syariah fair ini juga untuk memunculkan wirausaha baru di bidang ekonomi Syariah. "Sehingga ekonomi Syariah dapat berkembang tidak hanya mengandalkan dari sisi perbankan saja. Tapi menumbuhkan pelaku ekonominya sehingga menimbulkan demand terhadap pembiayaan perbankan", tegas Yunita.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dorong Kemandirian Wirausaha...
Dorong Kemandirian Wirausaha Pemula, Citi Indonesia dan PJI Gelar Edukasi Pendampingan Bisnis
Pulihkan Ekonomi, Pemprov...
Pulihkan Ekonomi, Pemprov Jawa Timur Pacu Sektor Pariwisata dan UMKM
Pandemi COVID-19 Picu...
Pandemi COVID-19 Picu Perlambatan Kredit UMKM di Jawa Timur
BI Dorong Percepatan...
BI Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Jawa Timur
Lazada dan Dinas Koperasi...
Lazada dan Dinas Koperasi Surabaya Beri Pelatihan untuk Tingkatkan UMKM Jawa Timur
Triwulan I 2021, Kucuran...
Triwulan I 2021, Kucuran Kredit Sektor UMKM di Jawa Timur Minus 1,40 Persen
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
3 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
3 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
3 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
4 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
4 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved