Cegah Penyimpangan, BPK Minta 10% Saham Freeport Lewat Dividen

Rabu, 19 Desember 2018 - 17:02 WIB
Cegah Penyimpangan,...
Cegah Penyimpangan, BPK Minta 10% Saham Freeport Lewat Dividen
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian LHK sudah membuat pembaharuan regulasi terkait dengan pengelolaan usaha jasa pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sehingga, potensi penyimpangan pada masa yang akan datang dapat dicegah dan tidak terjadi kembali.

Anggota IV BPK Rizal Djalil mengatakan, BPK menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah mekanisme penyerahan saham sebesar 10% kepada masyarakat Papua. Namun, berdasarkan pengalaman empiris dan pemeriksaan BPK terhadap BUMD yang bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu selama ini selalu menimbulkan masalah dan penyimpangan.

"Untuk menghindari permasalahan tersebut, BPK menyarankan supaya kepemilikan saham 10% untuk masyarakat Papua tidak dilakukan melalui setoran penyertaan modal tetapi menggunakan pola perhitungan dividen," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Rizal menjelaskan, BPK mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait proses divestasi 51% saham Freeport. Ini sesuai dengan hasil rapat terbatas tentang percepatan divestasi saham Freeport pada 29 November 2018. "Divestasi rekomendasi realisasi secepat mungkin dalam beberapa hari kedepan. Artinya saran BPK dipenuhi," katanya.

Sementara sebelumnya, dalam pemeriksaan penerapan kontrak karya Freeport Indonesia terdapat temuan yang signifikan yaitu penggunaan hutan lindung seluas 453.533 hektare tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan pembuangan limbah tailing yang mengakibatkan kerusakan ekosistem. Selain itu, terdapat permasalahan kekurangan penerimaan negara berupa PNBP dan kelebihan pencairan jaminan reklamasi total sebesar USD1.616.454,16.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Hasil Final Negosiasi...
Hasil Final Negosiasi 6 Bulan, Freeport Sepakat Beri 12% Saham Gratis ke Pemerintah
Sinyal Pemerintah Tambah...
Sinyal Pemerintah Tambah 10% Saham Freeport Makin Kuat, Tunggu 2 Minggu Lagi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
24 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
36 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved