Serikat Buruh Klaim Pemerintah Gagal Ciptakan Lapangan Kerja

Rabu, 26 Desember 2018 - 12:23 WIB
Serikat Buruh Klaim...
Serikat Buruh Klaim Pemerintah Gagal Ciptakan Lapangan Kerja
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) mengklaim bahwa pemerintah telah gagal memenuhi target penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Padahal, pemerintah menargetkan mampu membuka 2 juta lapangan kerja setiap tahunnya.

Ketua Umum KSPI Said Iqbal mengungkapkan, persoalan ketersediaan lapangan pekerjaan adalah persoalan utama dalam isu perburuhan di tahun ini. Klaim pemerintah yang menyatakan telah memenuhi target 10 juta lapangan kerja dalam lima tahun pemerintahan menurutnya adalah pernyataan yang tidak benar.

"Klaim pemerintah yang menyatakan bahwa tenaga kerja terserap sesuai dengan target yaitu 10 juta dalam lima tahun atau satu tahun 2 juta, menurut SP adalah tidak benar," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Menurutnya, klaim pemerintah yang dianggapnya salah adalah karena pemerintah selama ini mengacu pada definisi penyerapan tenaga kerja dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa orang yang bekerja satu jam dalam satu pekan, maka termasuk pekerja.

"Definisi itu akan terkolerasi dengan klaim pemerintah bahwa sudah tercapai penyerapan lapangan pekerja baru sebesar 2 juta dalam satu tahun. Temuan kami di lapangan itu membodohi rakyat, membohongi data dalam penyajiannya," imbuh dia.

Iqbal pun tak habis pikir dengan definisi penyerapan tenaga kerja tersebut. Dia menilai, 2 juta orang bekerja tersebut adalah yang bekerja dalam proyek padat karya pemerintah seperti Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

"Atau yang paling kasat mata, driver Gojek atau Grab. Penghasilannya rata-rata sekarang mereka di bawah Rp2 juta. Jumlahnya sekarang ratusan ribu, bahkan kalau digabungkan Grab atau Go-Jek itu hampir mendekati 1 juta. Itu diklaim pemerintah masuk dalam definisi orang bekerja. Padahal pendapatannya di bawah 2 juta," tuturnya.

Masih menurut Iqbal, fakta tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah gagal menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia. "Dan klaim yang menyatakan menyerap tenaga kerja 2 juta per tahun atau 10 juta dalam lima tahun menurut serikat buruh gagal dan memanipulasi tentang definisi data orang yang bekerja," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Musda PPMI-KSPSI...
Di Musda PPMI-KSPSI Jatim, Yorrys Raweyai Ingatkan Organisasi Buruh Adaptif dan Inovatif
Kadin Indonesia Berkomitmen...
Kadin Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Buruh
KSPSI Lantik William...
KSPSI Lantik William Yani sebagai Ketua Umum SP IMPPI Periode 2025-2030
Serikat Buruh: Pemerintah...
Serikat Buruh: Pemerintah Jangan Tergesa-gesa Terapkan New Normal
Pembahasan RUU Cipta...
Pembahasan RUU Cipta Kerja Ditunda, KSPSI Apresiasi Keputusan Jokowi
Diperlukan Harmonisasi...
Diperlukan Harmonisasi Peraturan Dalam Penerapan Perpres Stranas BHAM
Berita Terkini
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
1 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
3 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved