KKP Kembangkan Teknologi Microbubble untuk Budidaya Udang Vaname

Rabu, 26 Desember 2018 - 13:45 WIB
KKP Kembangkan Teknologi...
KKP Kembangkan Teknologi Microbubble untuk Budidaya Udang Vaname
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan peluncuran teknologi microbubble untuk budidaya udang vaname ultra intensif hari ini di Laboratorium Kelautan IPB, Ancol, Jakarta.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja menjelaskan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pembudidaya perikanan, khususnya udang, yaitu biaya listrik yang tinggi, modal yang cukup besar (untuk skala tambak), adanya limbah yang tidak dikelola dengan baik, serangan penyakit, serta daya dukung lingkungan yang menurun.

"Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan rekayasa teknologi akuakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,salah satunya adalah dengan pengembangan teknologi Microbubble dengan integrasi Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk budidaya udang vaname," ujar Sjarief di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Teknologi ini dapat dikembangkan dengan kepadatan kurang lebih 1.000 ekor/m3 (Ultra- Intensif), sehingga produktivitas udang yang dihasilkan sangat tinggi. Sebelum adanya invensi teknologi tersebut, budidaya udang vaname tertinggi dicapai pada budidaya supra intensif dengan kepadatan 400 ekor/m3.

Microbubble dengan integrasi RAS ini diklaim memiliki beragam kelebihan, di antaranya yaitu tanpa penggantian air, tidak ada air limbah perikanan yang dibuang ke lingkungan, serta bisa diaplikasikan di tengah perkotaan yang jauh dari sumber air laut, karena pengelolaan media air budidaya dilakukan secara berkelanjutan.

Kelebihan lainnya, lanjut Sjarief, adalah tidak memerlukan proses penyifonan, yaitu pembuangan lumpur limbah sisa pakan dan kotoran udang.Limbah padatan pada sistem ini akan tertangkap di filter fisik, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.

Teknologi ini dapat diaplikasikan pada skala rumah tangga hingga industri sehingga pembudidaya kecil dapat diberdayakan. Sistem dan metode budidaya udang vaname ultra intensif ini jugatelah didaftarkan patennya melalui Sentra Kekayaan Intelektual KKP, dengan nomor paten P00201810738.

"Sedangkan teknologi mikrobublenya telah diberi sertifikat paten nomor IDS000002014," terang Sjarief.

Teknologi Microbubble didesain oleh peneliti Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) yang dibuat secara sederhana sehingga dapat diadopsi dengan mudah oleh masyarakat pembudidaya. Dengan pendampingan, pembudidaya bisa membuat dan menerapkannya secara mandiri.

Dengan adanya penggunaan teknologi Microbubble dalam kolam ukuran volume 49 m3, selama 60 hari pembesaran, mampu menghasilkan udang berukuran berat 14 gram/ekor dari berat awal 0,5 gram dan meraup keuntungan bersih sebesar Rp94,3 juta/tahun dengan nilai investasi awal Rp31 juta.

"Diharapkan hasil penemuan ini dapat menjadi solusi permasalahan yang timbul pada budidaya udang vaname sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Edhy Prabowo Dorong...
Edhy Prabowo Dorong Budidaya Udang Vaname di Gorontalo
Ekonomi Pembudidaya...
Ekonomi Pembudidaya Turun, KKP Bagikan 2,2 Juta Benur Udang Vaname
Tambak Udang Berkelanjutan...
Tambak Udang Berkelanjutan KKP Tegakkan Ekonomi Daerah
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Kemenkop UKM-KKP Siap...
Kemenkop UKM-KKP Siap Fasilitasi Pengembangan Usaha Budidaya Udang Vaname
Berkat Klaster Tambak,...
Berkat Klaster Tambak, Aceh Berpeluang Jadi Penghasil Terbesar Udang
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
45 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved