Kemenhub Tegaskan Pentingnya Pengawasan Bus Pariwisata Berkeselamatan

Kamis, 27 Desember 2018 - 14:37 WIB
Kemenhub Tegaskan Pentingnya...
Kemenhub Tegaskan Pentingnya Pengawasan Bus Pariwisata Berkeselamatan
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) serta Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) hari ini (Kamis,27/12/2018 ) mengunjungi lokasi wisata yang banyak didatangi masyarakat untuk mengecek kondisi serta mengampayekan keselamatan.Menurut Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi, banyak kecelakaan terjadi melibatkan bus wisata. "Jadi Pak Menhub ingin memeriksa sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa kendaraan yang dipakai adalah yang sudah melalui proses pemeriksaan kendaraan bermotor (rampcheck) dan yakin bahwa kendaraan itu sudah berkeselamatan,” jelas Budi Setiyadi, dalam konferensi pers yang digelar Rabu (26/12) di Kementerian Perhubungan.

Beberapa lokasi tersebut yaitu Tanjakan Emen, Subang, Ciater, Tangkuban Perahu, Borobudur, Tawangmangu, dan Balaikambang.

“Belakangan bus yang sering mengalami kecelakaan adalah bus wisata. Kenapa? Karena bus wisata berangkatnya langsung sampai ke tempat wisata tidak seperti bus reguler yang akan berhenti di terminal untuk rampcheck,” jelas Dirjen Budi.

Dirjen Budi mengimbau operator bus wisata untuk benar-benar mengecek kendaraannya. “Untuk masyarakat yang akan menggunakan bus wisata juga berhak mengecek dan menanyakan pada operator apakah pengemudi punya SIM A Umum, hafal lokasi perjalanan yang mau dituju, apakah kendaraan sudah dilakukan rampcheck, dan juga kelengkapan surat-suratnya,” tambahnya.

Budi Setiyadi juga menyampaikan kepada operator tempat wisata untuk menyediakan lokasi peristirahatan bagi para pengemudi bus.“Ada beberapa lokasi wisata yang sekarang sudah membangun tempat istirahat bagi pengemudi yang representatif. Mudah-mudahan akan tercipta suatu ekuilibrium baru penggunaan bus wisata dimana masyarakat dapat memilih, operator menyiapkan, dan pemerintah mendorong. Sedang diciptakan regulasinya sekarang,” kata Dirjen Budi.
Untuk rampcheck bus sampai sekarang jumlahnya mencapai 35.812 unit kendaraan gabungan mulai dari Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 16.492 kendaraan, Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 18.645 kendaraan, maupun pariwisata 675 kendaraan. Yang laik jalan sejumlah 28.183, sementara yang tidak laik sebanyak 7.629 kendaraan.

Sebagian besar kendaraan yang tidak laik jalan tersebut bermasalah perihal administrasinya, di mana hal tersebut menyangkut SIM A Umum, kartu pengawasan dan uji Kir.

“Artinya perlu diketahui apakah ini ada unsur kesengajaan, apakah kelalaian, atau perlu pendampingan khusus? Ini banyak terjadi apda operator. us wisata dengan kepemilikan di bawah 10 unit, meski tidak menutup kemungkinan operator besar pun kadang lalai terhadap kewajiban menyangkut administrasi,” ucap Dirjen Budi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga tengah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengenai tempat istirahat bagi pengemudi di tempat wisata. “Kita harapkan ada ketersediaan tempat istirahat bagi pengemudi sehingga tiap ada pengajuan tempat wisata, dapat dibangun tempat istirahat tersebut. Untuk memperbaiki atmosfer kendaraan pariwisata yang berkeselamatan maka harus melibatkan biro wisata, Kemenpar, dan tempat wisata tujuan untuk menyediakan tempat istirahat bagi pengemudi,” pungkas Dirjen Budi.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
8 menit yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
23 menit yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
23 menit yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
32 menit yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
46 menit yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
1 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved