Konflik Dagang AS-China Masih Akan Mewarnai Pasar Modal 2019

Sabtu, 29 Desember 2018 - 14:22 WIB
Konflik Dagang AS-China...
Konflik Dagang AS-China Masih Akan Mewarnai Pasar Modal 2019
A A A
JAKARTA - Tahun 2018 segera berakhir, pasar pun menanti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun 2019. Analis Senior CSA Research Institue, Reza Priyambada, menilai pergerakan IHSG tahun depan tetap akan dipengaruhi oleh sentimen global.

Cermat dia, diantaranya masih adanya potensi konflik dagang Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China, dimana kedua pemimpin negara belum melihat tanda-tanda melunak.

Beberapa waktu lalu, dalam pertemuan G-20 Summit di Buenos Aires, Argentina, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu untuk membahas kerjasama perdagangan lebih lanjut. Akan tetapi, yang dihasilkan salah satunya hanya penundaan untuk pengenaan tarif impor bagi keduanya.

"Hal ini menandakan masih adanya potensi pengenaan tarif impor lebih lanjut. Apalagi jika melihat ambisi Presiden Trump untuk membuat surplus perdagangannya dengan China," ujar Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Sabtu (29/12/2018).

Reza menjelaskan, akibat saling pengenaan tarif diantara keduanya membuat industri dan manufaktur di kedua negara tersebut melemah yang berujung pada melambatnya pertumbuhan ekonominya. Jika kondisi ini terus berulang maka bukan tidak mungkin akan mempengaruhi perkembangan ekonomi global.

Tidak hanya itu, persepsi akan kekhawatiran melambatnya ekonomi global akan mempengaruhi secara psikologis pelaku pasar yang pada akhirnya membuat aksi jual kerap terjadi.

Selain itu, rencana kebijakan The Fed untuk kembali menaikan suku bunganya. Baru-baru ini muncul di berbagai pemberitaan global adanya rencana Presiden Trump untuk memecat Gubernur The Fed Jerome Powell atas kebijakannya telah menaikan suku bunganya sebanyak empat kali di tahun ini.

Presiden Trump berkilah bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat atas kebijakan Gubernur Powell. Sementara itu, dari sisi Gubernur Powell, kebijakan untuk menaikan suku bunga The Fed dengan pertimbangan ekonomi AS akan mengalami peningkatan.

"Ditopang oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagi sektor, bertumbuhnya permintaan, yang nantinya berimbas pada kenaikan kegiatan pabrikan yang berujung pada peningkatan inflasi. Di tahun 2019, akan menjadi penentuan apakah The Fed akan kembali menaikan suku bunganya sebanyak 2-3 kali atau masalah personal Presiden Trump dan Gubernur Powell yang lebih ditonjolkan," pungkas Reza.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Diramal Menguat, Proyeksi...
Diramal Menguat, Proyeksi Ekonomi Global Berpotensi Hambat Laju IHSG Hari Ini
Menko Airlangga: Di...
Menko Airlangga: Di 2021 Investor Domestik Perkuat Fundamental Pasar Modal terhadap Risiko Eksternal
IHSG Sesi I Hari Ini...
IHSG Sesi I Hari Ini Ditutup Menguat, Catat Transaksi Dagang Rp8,35 Triliun
Negara-negara Ini Paling...
Negara-negara Ini Paling Tahan Terhadap Perang Dagang, RI Termasuk!
Rights Issue Diyakini...
Rights Issue Diyakini Marak Saat Krisis Ekonomi Global
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved