Gambaran Ekonomi 2019, Menkeu Dorong Reformasi dan Kerja Sama Global

Senin, 31 Desember 2018 - 17:08 WIB
Gambaran Ekonomi 2019,...
Gambaran Ekonomi 2019, Menkeu Dorong Reformasi dan Kerja Sama Global
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menekankan pentingnya fokus kepada reformasi dan kerja sama global pada 2019, mendatang. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dalam pidatonya beberapa waktu lalu, menyimpulkan kondisi ekonomi global saat ini menegaskan perlunya beralih dari konfrontasi menjadi kerja sama.

Terang Jokowi, ketika kekuatan global disibukkan oleh persaingan di antara mereka sendiri, menurutnya saat itu juga gagal melihat ancaman yang mengancam dapat mempengaruhi semuanya. Lebih lanjut, Ia mengutarakan tidak ada gunanya menjadi kekuatan terbesar dalam ekonomi global yang sedang tenggelam. Terkait hal itu, Menkeu Sri Mulyani mengaku Indonesia belajar banyak dari krisis keuangan Asia 1997-1998 dan keruntuhan 2008.

"Karenanya, selama dua dekade terakhir, Indonesia telah melakukan perubahan penting untuk memperkuat ketahanan ekonominya dan memastikan bahwa ekonomi dikelola dengan lebih hati-hati. Akibatnya, gambaran luas ekonomi Indonesia masih cerah, bahkan dengan awan gelap berkumpul di medan global.," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dalam akun media sosialnya, di Jakarta, Senin (31/12/2018).

Maka, terang dia untuk mengantisipasi periode volatilitas global yang berpotensi panjang, pemerintah Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakannya dengan bekerja sama dengan pihak berwenang lainnya di dalam negeri dan lintas yurisdiksi nasional.

Pada saat yang sama, Menkeu Sri Mulyani menegaskan bakal terus membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, dan melindungi yang termiskin dan paling rentan dalam masyarakat. "Pada saat memperdalam ketidakpastian global, kita harus fokus pada kebaikan bersama dan mengejar bersama," paparnya.

Mantan Direktur Bank Dunia itu juga mengutarakan bakal terus memantau lanskap ekonomi global yang terus berkembang, dan mengantisipasi perubahan cepat serta ketidakpastian. "Sebagai turbulensi politik dan ekonomi hari ini, dampak peristiwa di satu tempat dapat dirasakan jauh dan luas terutama bagi ekonomi yang berkembang. Karena itu policymakers harus menempatkan kerja sama internasional di atas kepentingan nasional jangka pendek," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved