Brexit Diperingatkan Berpotensi Ganggu Kesepakatan Dagang AS-Inggris

Rabu, 02 Januari 2019 - 05:14 WIB
Brexit Diperingatkan...
Brexit Diperingatkan Berpotensi Ganggu Kesepakatan Dagang AS-Inggris
A A A
LONDON - Negosiasi Brexit diperingatkan bakal mengganggu kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Inggris. Pernyataan ini disampaikan oleh Brexit: Duta Besar AS untuk Inggris Johnson, setelah Presiden Donald Trump menawarkan perdagangan bilateral secara cepat dan besar-besaran kepada Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris-.

Seperti dilansir BBC, namun tawaran Trump tersebut diterangkan berpotensi tidak terjadi apabila perjanjian penarikan diri dari Uni Eropa (UE) disetujui PM Inggris Theresa May. Presiden Trump sebelumnya mengatakan proposal Brexit terdengar seperti "memberikan sinyal banyak hal untuk Uni Eropa". Duta Besar AS untuk Inggris telah memperingatkan, bahwa Inggris "membutuhkan kepemimpinan" atas Brexit.

Seorang juru bicara Downing Street mengatakan Johnson baru-baru ini mengutarakan, apabila Inggris merupakan mitra dagang yang sempurna untuk AS. Lebih lanjut, Johnson mengatakan kepada program Radio 4's Today bahwa masih ada harapan untuk kesepakatan perdagangan Inggris-AS.

"Apa yang saya fokuskan di sini adalah sesuatu yang juga dikatakan oleh presiden -yang menantikan dan berharap, bahwa lingkungan atau kondisi yang ada bakal mengarah pada kemampuan bagi AS untuk melakukan kesepakatan perdagangan bilateral yang cepat dan sangat masif," katanya. .

Dia menambahkan itu bisa menjadi "pendahulu dari kesepakatan perdagangan masa depan dengan negara-negara lain di seluruh dunia untuk Inggris yang benar-benar akan membawa Anda (Inggris) jalan, jalan menuju masa depan yang menarik".

"Kami masih akan melalui tahap-tahap menentukan dengan tepat ke mana arah negara ini. Jika berjalan dengan cara yang memungkinkan perjanjian semacam ini terjadi, maka saya pikir itu akan sangat positif di mata presiden," paparnya.

Ketika ditanya apakah semua itu bisa berjalan di bawah kesepakatan Brexit yang diusulkan saat ini, yang akan dipilih anggota parlemen pada bulan Januari, Ia menjawab: "Sepertinya tidak mungkin". Dia mengatakan para menteri dan perdana menteri harus mengukur dampak dari semua pertukaran lainnya dan bagaimana berbagai perjanjian perdagangan akan menguntungkan Inggris.

Trump mengklaim dalam sebuah wawancara dengan The Sun bahwa strategi Brexit oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May berisiko membunuh kesepakatan perdagangan antara Inggris dengan AS. Trump mengatakan May telah mengabaikan nasihatnya untuk negosiasi Brexit dan pergi ke arah sebaliknya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
55 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
1 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved