Tahun Ini Penjualan Rumah Tapak Akan Tumbuh Positif

Rabu, 09 Januari 2019 - 08:43 WIB
Tahun Ini Penjualan...
Tahun Ini Penjualan Rumah Tapak Akan Tumbuh Positif
A A A
HARGA dan suplai properti, terutama pada sektor residensial atau rumah tapak, diperkirakan berlangsung positif pada 2019.Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama untuk hunian bawah dan menengah yang banyak diincar keluarga muda dengan penghasilan terbatas.

Meski kepuasan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga harga properti hunian tetap terjangkau sedikit menurun, namun mayoritas masyarakat diperkirakan tetap optimistis dengan iklim properti Indonesia pada tahun ini.
Meski demikian, berbelitnya proses pengurusan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional. Kebijakan pemerintah yang melonggarkan loan to value (LTV) atau uang muka membuka kesempatan bagi para pencari properti untuk membeli rumah dengan uang muka yang serendahrendahnya.

“Untuk semester satu memang masih sama saja, konsumen masih wait and see. Kenaikan penjualan rumah tapak kemungkinan terjadi di semester dua tahun ini,” tutur Ignatius Untung, Country General Manager Rumah123.com ketika dihubungi, Selasa (8/1).

Untung menuturkan, rumah yang diperuntukkan bagi kalangan bawah dan menengah menjadi jenis hunian paling banyak dicari oleh masyarakat tahun ini. Lokasinya terutama di daerah pinggiran kota dengan akses mudah seperti di kawasan timur Jakarta yang belakangan makin bersinar.

“Untuk harga rumah yang banyak dicari itu seharga Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar ke bawah. Masyarakat masih banyak memilih hunian terjangkau dengan kemudahan pembayaran,” katanya. Pada tahun ini, kata dia, ada sejumlah faktor membuat masyarakat menahan diri untuk membeli rumah.

Selain tahun politik yang memungkinkan terjadinya ketegangan sosial, juga masih kurangnya edukasi kepada masyarakat terkait dunia properti dan pentingnya memiliki rumah ketika telah memiliki pendapatan sendiri.

“Edukasi kepada masyarakat soal berinvestasi di properti masih kurang. Padahal saat ini waktu yang tepat untuk membeli rumah, baik untuk dihuni sendiri maupun sebagai sarana investasi,” ujarnya.

Untung mengatakan, tahun ini kesempatan tepat membeli hunian karena kondisi ekonomi diperkirakan akan stabil hingga akhir tahun jika pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berlaku.

Pastinya, pasar properti akan terus merangkak naik dan menuju pemulihan. Adapun Ketua Umum Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan, prospek penjualan rumah komersial tahun ini diperkirakan makin membaik meskipun tidak terlalu tinggi.

“Kalau ekonomi membaik, maka daya beli juga akan membaik. Hingga akhir tahun lalu, prospek penjualan rumah komersial akan lebih bagus meskipun tidak terlalu tinggi,” ujarnya. Dia mengakui saat ini tidak sedikit pengembang properti menghentikan sementara proyek pembangunan rumah komersial.

Menurut Junaidi, sebagian besar di antaranya beralih membangun rumah lebih kecil lantaran penjualannya masih bagus. “Penjualan rumah subsidi masih sangat baik. Hal itu seiring permintaan rumah sangat besar,” katanya.

Anggota Apersi menargetkan membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau rumah subsidi tahun 2019 sekitar 150.000 unit. Jumlah itu meningkat 15,3% dari target yang ditetapkan asosiasi pada 2018, yakni 130.000 unit. Dengan jumlah anggota asosiasi 2.700 orang, target itu disebut bisa tercapai.

“Sebetulnya selama ini serapan rumah MBR rendah bukan karena masalahnya pada pengembang, melainkan pada perizinan, pembiayaan, dan pertanahan. Kalau permasalahan dari pemangku kebijakan itu bisa diatasi realisasinya, bisa lebih dari itu,” kata Junaidi.

Sementara itu, Managing Director President Office Sinarmas Land Dhony Rahajoe mengatakan, optimistis bahwa bisnis properti untuk pembangunan landed house akan berjalan positif lantaran masih tingginya angka kebutuhan rumah yang beluk terpenuhi atau backlog .

Terutama kebutuhan rumah bagi segmen menengah ke bawah. “Namanya penjualan rumah tetap akan optimistis karena tanah akan tetap dibutuhkan. Jadi, kami tetap yakin, 2019 baik untuk investasi properti,” ujarnya. Menurut dia, sinyal kenaikan properti tersebut sudah terlihat sejak akhir tahun lalu.

Walaupun kenaikannya dirasakan belum terlalu signifikan. “Khusus perumahan, apalagi kalau lihat year on year semester pertama dari KPR yang disalurkan BTN itu di atas angka rata-rata dihitung OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yaitu 19 persen,” ungkap Dhony.

Diketahui, BTN mencatat pertumbuhan kredit sebesar 19,28% menjadi Rp220,07 triliun pada kuartal III/2018. Angka tersebut meningkat dari penyaluran kredit BTN pada kuartal III/2017 sebesar Rp184,5 triliun.

Pertumbuhan itu didorong kenaikan KPR Subsidi yang disalurkan melalui kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Jadi, kita melihat ada tren naik. Apalagi yang milenial ini sudah mulai ada kebutuhan dan banyak relaksasi yang diberikan pemerintah,” kata Dhony.

Alih-alih memberikan pengaruh signifikan, menurut Dhony, kondisi perekonomian global justru lebih berpengaruh daripada kondisi politik dalam negeri. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China serta rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS dipastikan bisa memberikan pengaruh besar terhadap industri properti di Tanah Air.

“Kalau suku bunga naik, maka bunga konsumsi juga naik. Jadi, sangat besar pengaruhnya. Optimistis kita berharap pemerintah bisa menjaga stabilitas bunga di Indonesia sehingga bisa terjangkau,” katanya.
(nfl,afs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peluang Investasi Menjanjikan...
Peluang Investasi Menjanjikan Rumah dengan Plafon 7 Meter
Sektor Properti Tetap...
Sektor Properti Tetap Menjanjikan di Masa Pandemi
Undang Komunitas Otomotif,...
Undang Komunitas Otomotif, Triniti Land Sambut 12 Tahun Anniversary
Urgensi Percepatan Pelayanan...
Urgensi Percepatan Pelayanan PBG Saat Backlog Perumahan di Indonesia Masih Tinggi
Ini Rumah Subsidi Terbaik...
Ini Rumah Subsidi Terbaik di FIABCI Indonesia-REI Excellence Awards 2024
Berkah Bonus Demografi...
Berkah Bonus Demografi bagi Sektor Perumahan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
1 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
2 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
2 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
2 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
3 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Catat, Ini Daftar Hari...
Catat, Ini Daftar Hari Libur Nasional pada Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved