Perang Dagang dan Shale Oil AS Akan Jadi Ketakutan Terbesar OPEC

Kamis, 10 Januari 2019 - 01:11 WIB
Perang Dagang dan Shale...
Perang Dagang dan Shale Oil AS Akan Jadi Ketakutan Terbesar OPEC
A A A
ABU DHABI - Perang dagang Amerika Serikat (AS) versus China serta peningkatan produksi minyak serpih (shale oil) AS menjadi ketakutan terbesar Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) dan mantan Presiden OPEC Suhail Al Mazrouei. Setelah harga minyak mentah dunia mengalami gejolak dalam satu tahun, negara-negara pengekspor minyak dunia terus berjuang agar tidak terjadi turbulensi ke depannya.

Seperti dilansir CNBC, hambatan tidak hanya datang dari produksi tetapi juga situasi geopolitik di tahun 2019. "Salah satunya adalah potensi perang yang memanas antara China dan Amerika Serikat," ujar Al Mazrouei yang menyelesaikan masa jabatannya sebagai pemimpin OPEC pada 1 Januari.

Menurutnya perang dagang menjadi salah satu hal yang mendasar, tidak hanya mempengaruhi beberapa negara tapi juga seluruh ekonomi dunia. "Dan saya cenderung lebih optimistis bahwa kita tidak akan melihat perang (dagang) terjadi. Ini taktik negosiasi, mereka (AS-China) dan akan berujung pada resolusi, apa pun itu, tahun ini atau tahun depan," paparnya.

Di tengah optimisme terhadap hasil negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara dua ekonomi terbesar dunia, Mazrouei menekankan dampak produksi minyak serpih AS untuk semakin memberi tekanan terhadap negara-negara eksportir minyak di OPEC. "Tapi satu hal, berapa banyak yang dihasilkan dari produksi minyak serpih, saya pikir itu faktor lain yang perlu kita perhatikan dan perlu kita beri tahu bahwa itu harus masuk akal," katanya.

Persaingan Shale Oil Makin Intensif


Harga minyak mentah berjangka dunia telah mengalami kejatuhan setelah sempat menyentuh level tertinggi di posisi USD86 per barel pada awal Oktober, ketika kekhawatiran kelebihan pasokan global masih membayangi serta melemahnya permintaan. Pada hari Rabu (9/1/2019) patokan minyak mentah berjangka Brent berdiri pada level USD59,28 per barel sedangkan berjangka West Texas Intermediate (WTI) menjadi USD50,34 per barel.

Perang dagang AS-China, gejolak politik di Eropa dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang akan datang juga secara serius mengaburkan prospek permintaan minyak mentah. Ditambah Badan Informasi Energi telah meningkatkan prospek pertumbuhan pasokan minyak mentah Amerika. Produksi minyak domestik AS sekarang diperkirakan akan meningkat 1,18 juta barel per hari tahun depan dengan output rata-rata 12,06 juta barel per hari.

Banjir pasokan minyak mentah AS yang baru "akan memperkuat posisi baru mereka sebagai produsen minyak utama dunia," menurut perusahaan konsultan PVM Oil Associates. Ditanya tentang kritik keras terhadap OPEC yang datang dari Gedung Putih, Mazrouei berpendapat bahwa OPEC mendengarkan apa yang dikatakan AS tentang harga minyak dan produksi, tetapi bersikeras bahwa OPEC "selalu melakukan hal yang benar."

“Saya pikir apa yang kita lakukan adalah kita mendengar mereka (AS). Mereka adalah konsumen utama versus negara-negara produsen utama, kami mendengar apa yang mereka katakan tetapi kami akan selalu melakukan hal yang benar dari sudut pandang kami yang selalu berusaha menjaga keseimbangan (penawaran dan permintaan)," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Sekjen Baru OPEC: Rusia...
Sekjen Baru OPEC: Rusia Pemain Besar dan Sangat Berpengaruh dalam Peta Energi Dunia
OPEC dan Rusia Setuju...
OPEC dan Rusia Setuju Pangkas Produksi Minyak Besar-besaran
Harga Minyak Perpanjang...
Harga Minyak Perpanjang Kenaikan Empat Hari Beruntun
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
33 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved