Tambahan Impor Jagung 30 Ribu Ton Dinilai Jadi Solusi Tekan Harga

Kamis, 10 Januari 2019 - 16:38 WIB
Tambahan Impor Jagung...
Tambahan Impor Jagung 30 Ribu Ton Dinilai Jadi Solusi Tekan Harga
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia berencana akan kembali mengimpor jagung untuk pakan ternak sebanyak 30 ribu ton pada tahun 2019. Sebelumnya pada tahun lalu, pemerintah juga memutuskan impor jagung mencapai 100 ribu ton.

Menanggapi kebijakan pemerintah tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Suwardi mengatakan, menyoal impor jagung jangan hanya dibatasi penilaiannya kepada jumlah produksi. Aspek lainnya, ucap Suwardi, juga patut diperhatikan secara obyektif sehingga diketahui alasan impor jagung untuk pakan ternak.

"Mungkin jumlah produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mencukupi. Tetapi jumlah saja belum cukup. Ada juga distribusi yang memerlukan waktu," ujar Suwardi di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Soal waktu distribusi yang dianggap masih amat lama dapat menjadi salah satu alasan tetap perlunya dilakukan impor jagung. Sedangkan di sisi lain, ucap Suwardi, kelompok peternak atau industri pakan ternak memerlukan ketersediaan setiap saat serta cepat. "Pasokan jagung memerlukan jumlah besar setiap saat yang mungkin belum bisa sesuai jadwal. Ini kebutuhan khusus kan," terang dia.

Akibat kendala distribusi jagung untuk pakan ternak seperti itu, Suwardi menjelaskan, berdampak kepada harga yang menjadi mahal dibandingkan perhitungan secara bisnis melakukan impor. "Jadi impor jagung dapat saja berubah menjadi upaya menekan harga jagung yang mahal di pasaran akibat persoalan distribusi," jelasnya.

Suwardi berpendapat, soal impor jagung untuk kebutuhan pakan ternak perlu dicermati secara jeli alasan penyebabnya. Menurut dia, impor jagung seperti yang akan diterapkan pemerintah dapat saja diperlukan untuk hal khusus.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa impor jagung 30 ribu ton untuk kebutuhan pakan ternak dilakukan sebab harga dalam negeri masih mahal. Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Sri Widayati mengatakan, impor jagung untuk pakan ternak ditujukan sebagai antisipasi harga.

Sri Widayati mengungkapkan, harga jagung untuk pakan ternak di pasaran masih berkisar Rp 5.800 per kilogram. Sedangkan jagung impor direncanakan telah dikirim ke Indonesia pada pertengahan Februari 2019. Guna informasi, berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2018 jumlah produksi jagung nasional mampu mencapai 28,6 juta ton.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Pangan RI Butuh...
Industri Pangan RI Butuh 1,6 Juta Ton Jagung di Tahun 2022, Pasokan Masih Seret
Panen Jelang Akhir Tahun,...
Panen Jelang Akhir Tahun, Petani Jagung Untung Besar
Ini Biang Kerok Harga...
Ini Biang Kerok Harga Jagung Kerap Melambung
Hasil Panen Minim, Harga...
Hasil Panen Minim, Harga Jagung di Gowa Naik
Data Stok Jagung Disebut...
Data Stok Jagung Disebut Tak Valid, Pataka Minta BPS Turun Tangan
Wah, Harga Jagung di...
Wah, Harga Jagung di Indonesia Lebih Mahal Daripada di Amerika
Berita Terkini
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
20 menit yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
1 jam yang lalu
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
1 jam yang lalu
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
1 jam yang lalu
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
1 jam yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
1 jam yang lalu
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved