Tarif Batas Atas Tak Pernah Ditinjau Munculkan Bagasi Berbayar?

Jum'at, 11 Januari 2019 - 15:43 WIB
Tarif Batas Atas Tak...
Tarif Batas Atas Tak Pernah Ditinjau Munculkan Bagasi Berbayar?
A A A
JAKARTA - Pengamat industri penerbangan Alvin Lie menilai, tarif batas atas dan batas bawah penerbangan yang belum pernah ditinjau ulang sejak tiga tahun terakhir mendorong maskapai menerapkan kebijakan bagasi berbayar.

"Tarif batas atas dan batas bawah kan usianya Februari ini tiga tahun. Tidak pernah ditinjau kembali, sementara harga-harga pada naik. Rupiah anjlok, tarif avtur naik, sewa tempat di bandara dan sebagainya naik, bahkan biaya navigasi naik," ujar Alvin saat berbincang dengan SINDOnews di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Kondisi dunia penerbangan saat ini menurutnya sudah tidak sama lagi seperti tiga tahun lalu. Sayangnya, maskapai berbiaya hemat (low cost carrier/LCC) terikat aturan yang melarang mereka untuk menaikkan harga tiket di atas 85% dari tarif batas atas.

Oleh sebab itu, menurutnya penghapusan fasilitas bagasi gratis menjadi cara maskapai untuk mendapatkan penghasilan lain. Sebab, jika bagasi tak lagi gratis, maka maskapai bisa menghitung jumlah kebutuhan bagasi penumpang. Sedangkan sisanya, bisa mereka gunakan untuk bisnis kargo.

"Mereka pertama keuntungannya kan berarti sekarang mereka hanya jual tiket, mereka dapat penghasilan dari bagasi. Kemudian mereka juga dapat menghitung ruang bagasi yang dibutuhkan untuk mengangkat bagasi penumpang berapa. Sisa ruangnya bisa dijual untuk angkut argo kan. Kalau bukan bagasi berbayar kan mereka enggak tahu mereka mengangkut bagasi berapa? Kalau bagasinya berbayar kan bisa hitung ruangnya," jelasnya.

Alvin pun menilai keputusan maskapai penerbangan Lion Air dan Citilink Indonesia menghapus fasilitas bagasi gratis merupakan hal yang wajar. Dalam hal ini, kata dia, maskapai tidak melanggar aturan apapun.

"Saya kira wajar saja (hapus bagasi gratis). Enggak ada peraturan yang dilanggar. Karena LCC memang boleh melakukan itu. Dan LCC memang bukan cuma LCC, sebetulnya yang lain pun kondisinya berat," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Maskapai Murah Asal...
Maskapai Murah Asal Singapura Siapkan Layanan Digital Kesehatan
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Jeju Air Flight 2216 Berbiaya Murah yang Jatuh di Korsel
Pintu Bagasi Pesawat...
Pintu Bagasi Pesawat Garuda Terbuka Saat Lepas Landas, Pengamat: Kelalaian yang Bisa Fatal
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
FlyJaya Resmi Jadi Maskapai...
FlyJaya Resmi Jadi Maskapai Terbaru di Indonesia, Terbang Perdana dari Halim ke Adisutjipto
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
8 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
8 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
9 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
9 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
9 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved