Pelaku UMKM Masih Sulit Memperoleh Kredit Usaha

Selasa, 15 Januari 2019 - 22:01 WIB
Pelaku UMKM Masih Sulit...
Pelaku UMKM Masih Sulit Memperoleh Kredit Usaha
A A A
JAKARTA - Sebagai pemilik jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terbanyak di wilayah Asia, Indonesia telah berhasil melahirkan kurang lebih 57 juta pelaku bisnis UMKM.

Kegiatan ekonomi UMKM mampu meningkatkan hingga 60% produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dan swasta untuk memotivasi produktivitas dan pertumbuhan UMKM.

Namun terdapat beberapa hambatan yang sulit diatasi oleh pelaku bisnis UMKM, salah satunya adalah data informasi latar belakang pelaku usaha yang kurang memenuhi standar reputasi yang diakui pemerintah dan institusi keuangan formal, sehingga UMKM sulit memperoleh kredit usaha.

CEO Tokoin Reiner Rahardja memandang permasalahan UMKM sebagai tanggung jawab bersama yang perlu dicarikan solusi jangka panjang. Solusi jangka panjang yang berkelanjutan dinilai dapat dicapai dengan membentuk reputasi bisnis yang kredibel.

Untuk itu, kata Reiner, melalui teknologi blockchain, Tokoin akan memberikan fasilitas untuk membangun kredibilitas bisnisnya melalui Digital Business Identity dan Digital Ledger yang merekam data transaksi sebagai valuable asset.

"Sebagai pengusaha, saya sangat mengerti kesulitan para UMKM di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya," ujar Reiner dalam acara diskusi publik dengan tema "Solusi Bisnis untuk Akselerasi UMKM dalam Pasar Berkembang" di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Dia mengakui bahwa inklusi ekonomi saat ini masih belum tercipta di Indonesia. Dengan Tokoin, yang berbeda dengan platform fintech lending, pihaknya membantu para UMKM dengan membuat credit scoring sehingga mereka dapat membentuk reputasi bisnis.

"Melalui Tokoin kami berusaha untuk menjadi penghubung para UMKM untuk mendapatkan akses kepada instansi yang dapat mengembangkan bisnisnya seperti bank, asuransi, dan lain-lain," ujarnya.

Reiner menambahkan, perkembangan teknologi juga sangat memberikan pengaruh ke industri logistik terutama pada bidang supply chain. Hal ini juga semakin mendorong industri transportasi, logistik dan warehousing di Indonesia untuk saling berkolaborasi secara intensif.

"Teknologi blockchain memungkinkan untuk mengintegrasikan rangkaian proses supply chain dalam jaringan distribusi data yang efektif mendukung distribusi produk," tuturnya.

Senada dengan Reiner, pakar Blockchain Gunhee Lee menilai penyebab penurunan pasar ICO yang terjadi secara signifikan adalah karena banyak proyek ICO yang tidak memiliki nilai guna dan pasar hanya dikendalikan oleh kebutuhan investasi.

"Namun Tokoin project berbeda, karena Tokoin bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan UMKM, yang akan mendorong adopsi pengguna dengan cepat dan penerapan yang tepat guna," ujar pakar Blockchain dari Block Crafters yang berbasis di Seoul, Korea Selatan tersebut.

Pada era Revolusi Industri 4.0, keberadaan teknologi seperti Big Data, Artificial Intelligence, Internet of Things and blockchain telah mengubah sebagian besar ekosistem bisnis dan aktivitasnya. Bisnis bukan lagi hanya tentang jual beli saja, melainkan juga tentang platform ekonomi yang mereka gunakan, teknologi yang mereka gunakan untuk menangkap dan memanfaatkan data, atau seberapa cepat kegiatan ekonomi terjadi dalam ekosistem bisnis mereka.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
YesssCredit Perluas...
YesssCredit Perluas Inklusi Pembiayaan Digital ke Kota-Kota Kecil dan Berkembang
OJK Siap Longgarkan...
OJK Siap Longgarkan Aturan Batas Maksimum Kredit Di Masa Pandemi
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Kredit Macet UMKM, BRI Sudah Usulkan Sejak 2021
Pembuat Konten Bersertifikat...
Pembuat Konten Bersertifikat Bisa Dapat Fasilitas Kredit
Respons Rencana Hapus...
Respons Rencana Hapus Kredit Macet UMKM, Asprindo: Perlu Didampingi Agar Bisa Bangkit
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved