Pertumbuhan Kredit November 2018 Sentuh Level Tertinggi Lima Tahun

Kamis, 17 Januari 2019 - 18:17 WIB
Pertumbuhan Kredit November...
Pertumbuhan Kredit November 2018 Sentuh Level Tertinggi Lima Tahun
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pertumbuhan kredit pada November 2018 yang tercatat sebesar 12,1% (yoy) merupakan angka tertinggi sejak lima tahun terakhir. Pada tahun 2015 pertumbuhan kredit hanya tumbuh sebesar 10,45%, lalu tahun 2016 tumbuh 7,8%, dan tahun 2017 tumbuh 8,2%.

"Tahun lalu pertumbuhan kredit merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 5 tahun terakhir. Artinya, itu pertumbuhan kredit yang kita harapkan. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan atau NPL juga turun dari 2,66% menjadi 2,36%," kata Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Sementara itu, loan at risk juga mengalami penurunan menjadi 9,23% dari 10,5%. Artinya, terjadi penurunan di kolektibilitas II. Menurut Erwin, ada beberapa sektor yang mendorong adanya pertumbuhan kredit tahun 2018 yakni industri pengolahan, perdagangan dan lain-lain.

Secara keseluruhan tahun 2019, BI memperkirakan pertumbuhan kredit berada dalam kisaran 10-12% (yoy). Ke depan, BI akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna turut menjaga stabilitas sistem keuangan, termasuk memantau kecukupan dan distribusi likuiditas di perbankan.

Sedangkan berdasarkan survei perbankan Bank Indonesia mengindikasikan, pada kuartal I-2019, pertumbuhan kuartalan (qtq) kredit baru diprakirakan melambat sesuai dengan polanya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 50,0%, lebih rendah dibandingkan 71,7% pada kuartal sebelumnya.

"Responden menyampaikan bahwa prakiraan melambatnya pertumbuhan kredit pada kuartal I-2019 didorong oleh rendahnya kebutuhan pembiayaan nasabah pada awal tahun," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman.

Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal I-2019 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi. Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oIeh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor.

Di sisi lain, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal I-2019 diprakirakan lebih ketat, tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 14,6%, lebih tinggi dari -1,4% pada kuartal sebelumnya. "Responden menyampaikan bahwa pengetatan penyaluran kredit terutama akan dilakukan terhadap kredit Investasi dan kredit modal kerja, sementara untuk kredit konsumsi (KPR/KPA dan kredit konsumsi lainnya) akan lebih longgar dan kuartal sebelumnya," papar Agusman.

Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS Dody Arifianto menambahkan, pertumbuhan kredit diyakini akan terus membaik seiring dengan menguatnya aktivitas ekonomi domestik. Pada tahun 2019, kredit diprediksi tumbuh 12,4%. "Dengan perkembangan seperti ini, pengelolaan likuiditas merupakan salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan oleh bank-bank pada tahun ini," ujar Dody.

Adapun prospek BI 7-day reverse repo rate dan Fed rate yang kini lebih dovish mengindikasikan terbatasnya kenaikan bunga simpanan rupiah dan valas ke depan. Meski demikian, kondisi spesifik likuiditas di tiap kelompok bank dapat berimplikasi pada pergerakan suku bunga yang tidak seragam.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Sudah Totalitas,...
BI Sudah Totalitas, Tapi Bunga Kredit Bank Merayap Pelan
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
Permintaan Kredit Pelaku...
Permintaan Kredit Pelaku Usaha Masih Lemas, BI: Dana Belum Cair Rp2.374,8 Triliun
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan April 2020 Melambat 4,9%
Meski Standar Penyaluran...
Meski Standar Penyaluran agak Ketat, BI Optimistis Kredit di Triwulan III Tumbuh Positif
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
2 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved