4 Tahun, Optimasi Lahan Rawa Capai 23.928 Hektar

Kamis, 17 Januari 2019 - 21:36 WIB
4 Tahun, Optimasi Lahan...
4 Tahun, Optimasi Lahan Rawa Capai 23.928 Hektar
A A A
JAKARTA - Untuk mengimbangi kehilangan lahan sawah produktif, Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengembangan program optimasi lahan rawa yang dimulai tahun 2016. Hingga saat ini, 23.928 hektar lahan rawa telah dioptimasi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Pending Dadih Permana, mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat miskin yang memiliki lahan rawa yang cukup luas. Namun sayangnya belum diusahakan secara optimal.

"Kita telah melaksanakan kegiatan optimasi lahan rawa dalam rangka mengoptimalkan lahan-lahan rawa yang masih sangat luas, khususnya yang berada di luar Jawa. Seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra," ujar Dadih Permana, Kamis (17/1/2109).

Dadih menyebutkan, pada 2016, optimasi lahan rawa dilakukan seluas 3.999 hektar. Pada tahun 2017 melambat menjadi 3.529 hektar. Namun pada tahun 2018, meningkat pesat dengan luasan 16.400 hektar. Alhasil capaian sampai saat ini mencapai 23.928 hektar.

Dadih menjelaskan, lahan rawa Indonesia merupakan lahan produktif yang sangat luas dengan potensi produktivitas mencapai 7,4 ton per hektar. Jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas varietas lokal yang hanya 2,5-3 ton per hektar.

"Pengembangan lahan rawa tidak hanya menyelesaikan pekerjaan fisik saja, tetapi juga pengembangan sumber daya manusianya. Ini karena kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penentu keberlanjutan program optimasi lahan rawa ini," tuturnya.

Bahkan menurutnya, selama tiga tahun ini, Ditjen PSP akan mendampingi dan memastikan kegiatan budidaya berjalan dengan baik. Salah satu caranya melalui pendampingan dengan memberikan penyuluhan.

"Melalui penyuluhan diharapkan masyarakat bisa mengelola lahan rawa menjadi satu kluster yang menguntungkan untuk kegiatan usaha tani," harapnya.

Sekretaris Dirjen PSP Kementan, Mulyadi Hendiawan, menambahkan pihaknya akan memfokuskan perluasan lahan penanaman padi di lahan rawa dan lahan kering sepanjang tahun ini. Penanaman padi akan dilakukan di areal lahan rawa seluas 500 ribu hektar dan 750 ribu hektar lahan kering.

Mulyadi menyatakan, program baru penanaman padi ini diharapkan pemerintah bisa menjadi terobosan dalam mengatasi semakin berkurangnya ketersediaan lahan tanam.

"Areal baru ini bisa menjadi titik percontohan bagi masyarakat potensi lahan kering di Indonesia masih cukup luas yaitu mencapai 29,39 juta hektar. Untuk lahan rawa, potensi pertaniannya mencapai 7,52 juta hektar," kata Mulyadi.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengaku optimis program Optimasi Lahan Rawa akan memberi dampak baik pada semua pihak. Bahkan, Kementan tahun ini akan menggalakkan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI).

"Saya yakin dengan program SERASI maka petani bisa untung 6 kali lipat. Pertama, produktivitas meningkat dari 2 ton menjadi 6 ton per hektare. Selain itu, waktu menanam jauh lebih singkat, dari 25 hari menjadi 3 jam. Tentunya ini sesuai dengan misi kita untuk tingkatkan kesejahteraan petani," ujar Mentan Amran.

Dalam program SERASI, pemerintah mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui konsep koperasi yang dikorporasikan. Selama setahun, program SERASI akan dibiayai oleh pemerintah pusat.

"Kemudian di tahun berikutnya terus bertransformasi menjadi korporasi. Sehingga dikelola secara matang dengan perhitungan profit yang profesional," jelas Amran.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Optimasi Lahan Rawa
Lahan Rawa di Banyuasin...
Lahan Rawa di Banyuasin Dikembangkan untuk Tumbuhkan Wirausaha Muda Pertanian
Pertanian Lahan Rawa...
Pertanian Lahan Rawa Dikembangkan Petani Muda Banyuasin
Percepatan Tanam Mulai...
Percepatan Tanam Mulai Dilakukan Oleh Petani dan Penyuluh Kostratani Musi Rawa
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani Muda Berpartisipasi di YAA Lahan Rawa 2024
Jaga Lahan dari Hama,...
Jaga Lahan dari Hama, Petani Cilacap Diajak Asuransikan Lahan
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
7 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
8 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
9 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
9 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
9 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
10 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved