Sri Mulyani Pasang Kuda-kuda Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Selasa, 22 Januari 2019 - 15:30 WIB
Sri Mulyani Pasang Kuda-kuda...
Sri Mulyani Pasang Kuda-kuda Jaga Stabilitas Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2019 menjadi sebesar 3,5%. Hal ini dipicu oleh perlambatan ekonomi yang terjadi di beberapa negara maju dan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa saat ini beberapa negara maju memang mengalami pelemahan. Oleh karena itu, IMF pun terpaksa menurunkan proyeksinya sebesar 0,2%.

"Advance country mengalami pelemahan dan China harus melakukan adjusment, ekonominya juga menunjukkan adanya suatu slow down. Oleh karena itu IMF menyampaikan bahwa untuk tahun 2019 ini mereka meng-cut proyeksinya 0,2% ke bawah," ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk Forum A1 di Cikini, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Wanita yang akrab disapa Ani ini mengaku, pemangkasan proyeksi tersebut di luar perkiraannya. Sebab, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memperkirakan ekonomi global pada 2019 ini tumbuh dari 3,7% menjadi 3,9%.

Menurutnya, hal ini menjadi tantangan untuk negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Kendati, gejolak perekonomian global di tahun ini dianggapnya tidak separah tahun lalu.

"Ini adalah tantangan dari sisi bahwa momentum yang berasal dari eksternal akan melemah, dan guncangan mungkin akan masih terjadi meskipun tidak seperti tahun 2018," imbuh dia.

Oleh sebab itu, pemerintah saat ini akan fokus menjaga faktor pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di dalam negeri. Hal ini demi menjaga agar perekonomian di dalam negeri tidak tergerus terlalu dalam.

"Kita tetap fokus bagaimana menjaga faktor-faktor pertumbuhan dan stabilitas ekonomi kita di dalam lingkungan yang berubah secara cepat," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan dapat merusak pertumbuhan ekonomi global. Hal ini disampaikan dalam laporan terbaru tentang prospek ekonomi dunia, dimana IMF juga mengingatkan risiko dari negosiasi Brexit tanpa kesepakatan bisa menggerus pertumbuhan.

Seperti dilansir BBC, untuk ekonomi dunia diprediksi oleh IMF bakal tumbuh 3,5% di tahun 2019. Sedangkan pada Oktober, diperkirakan bisa mencapai 3,7%. Sementara untuk ekonomi Inggris, laporan tersebut meramalkan pertumbuhan Negeri Ratu Elizabeth ada di kisaran 1,5% tahun ini dan selanjutnya, tetapi juga mengatakan ada ketidakpastian substansial di sekitar angka tersebut.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadiri Pertemuan IMF,...
Hadiri Pertemuan IMF, Sri Mulyani Beberkan Tangan Ekonomi Global
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi Global Mulai Bangkit, tapi Bukan Tanpa Risiko
Hadiri Pertemuan Komite...
Hadiri Pertemuan Komite Pembangunan Bank Dunia-IMF, Sri Mulyani Beberkan Ini
Sri Mulyani Soroti Ketidakseimbangan...
Sri Mulyani Soroti Ketidakseimbangan Pemulihan Ekonomi di Seluruh Dunia
IMF Puji Ekonomi RI,...
IMF Puji Ekonomi RI, Begini Reaksi Sri Mulyani
Percaya Ramalan IMF,...
Percaya Ramalan IMF, Pemerintah Optimis Ekonomi RI Tumbuh 5,5% Tahun Depan
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
24 menit yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
45 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
1 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
1 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
2 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved